PRCLH Gelar Upacara HUT ke-81 di Hutan Mangrove Serdang Bedagai
Perjuangan Rakyat Cinta Lingkungan Hidup (PRCLH) menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus di Hutan Mangrove Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Kegiatan berlangsung di lahan berlumpur hasil reklamasi mangrove dan diikuti anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Acara bertujuan mengombinasikan semangat kemerdekaan dengan pesan pelestarian lingkungan dan pencegahan abrasi.
Kepengurusan dan peserta
Pada upacara tersebut, Rifaldi bertugas sebagai Pembina Upacara dan Ali Lubis sebagai Pemimpin Upacara. Hadir pula pengurus KUB Nelayan Sepakat Pematang Kuala yang ikut menyaksikan dan berpartisipasi. Warga setempat menegaskan bahwa kawasan mangrove yang dulu tertutup laut kini menjadi daratan produktif berkat kerja bersama.
Kegiatan upacara dan perlombaan
Usai upacara bendera, panitia langsung melanjutkan serangkaian lomba yang melibatkan semua umur. Perlombaan dirancang agar bermuatan edukasi lingkungan sekaligus hiburan kemerdekaan.
- Teka-teki bertema mangrove
- Makan kerupuk
- Hunting sampah
- Joget kemerdekaan
- Penanaman mangrove sebagai penutup
Amanat Pembina
Pembina upacara, Rifaldi, menyampaikan pesan kemerdekaan yang mengaitkan kesejahteraan rakyat dan kelestarian alam. Ia menekankan pentingnya merawat mangrove untuk menjaga keberlanjutan daratan pesisir.
“Kemerdekaan sejatinya adalah ketika rakyat telah sejahtera dan alam lestari serta mangrove terus ditanami dan dirawat penuh cinta,” tegasnya.
“Mari bersama menanam dan merawat mangrove agar sejengkal tanah air Indonesia terus terjaga bahkan bertambah.”
Rifaldi juga mengingatkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi meneruskan tugas menjaga tanah, laut, dan hutan.
Respon komunitas nelayan
Ketua KUB Nelayan Sepakat, Herman, diwakili Sekretaris Nikson menyampaikan apresiasi kepada PRCLH. Ia menilai kegiatan memberi nilai tambah pada peringatan kemerdekaan sekaligus mengedukasi pentingnya mangrove.
“Kegiatan upacara 17 Agustus di Hutan Mangrove ini sangat menarik, penuh semangat, serta menambahkan nilai kemerdekaan kita untuk pentingnya menjaga hutan mangrove agar tidak terjadi abrasi,” tutupnya.
Penutup: makna jangka panjang
Acara ditutup dengan penanaman mangrove yang melibatkan seluruh peserta sebagai simbol komitmen kolektif. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana perayaan kemerdekaan dapat dipadukan dengan aksi nyata melestarikan lingkungan pesisir.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...
Kemendagri Dinilai Lemah soal Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar Deliserdang
Klaim Kemendagri soal pergeseran anggaran Rp503 miliar Deliserdang disorot, disertai kabar keluarga tersangk...
BKSDA Aceh: Pembabatan Sawit di Trumon Masuk Kawasan Konservasi
BKSDA Aceh menyatakan pembabatan sawit di Trumon berada dalam Suaka Margasatwa Rawa Singkil; warga dan PeTA...
BPJN Aceh Rampungkan Rekonstruksi Jalan Kedai Runding–Paya Laba
BPJN Aceh menyelesaikan rekonstruksi ruas Kedai Runding–Paya Laba sepanjang sekitar 3 km untuk memperlancar...
Binjai Ikuti Pembinaan Arsip ASN Pasca Bencana oleh BKN
Pemko Binjai mengikuti pembinaan arsip ASN pasca bencana oleh BKN pada 29–30 Sept 2026 guna memperkuat digit...
BPJS Lubuk Pakam Sesuaikan Surat Konsultasi dan REHAB 3.0
BPJS Lubuk Pakam sesuaikan penerbitan surat konsultasi dan sosialisasi REHAB 3.0 untuk pelunasan tunggakan i...