Binjai Ikuti Pembinaan Arsip ASN Pasca Bencana oleh BKN
Binjai — Pemerintah Kota Binjai mengikuti kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Arsip ASN Pasca Bencana di Wilayah Sumatera yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 29–30 September 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Pemko Binjai dan bertujuan memperkuat pengelolaan serta perlindungan arsip ASN menghadapi risiko bencana. Kegiatan dua hari ini dihadiri perwakilan Pemko Binjai, termasuk Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Binjai, Drs. Eka Edi Saputra, M.M.
Tujuan kegiatan dan fokus materi
Acara difokuskan pada mitigasi risiko kehilangan arsip akibat bencana dan langkah pemulihan administrasi pemerintahan. BKN memaparkan strategi sinkronisasi dokumen fisik dan elektronik. Selain itu, diperkenalkan pula layanan baru berupa "Lemari Digital" untuk penyimpanan dokumen ASN secara elektronik.
"Pemulihan pascabencana tidak hanya mencakup sarana dan prasarana, tetapi juga pemulihan administrasi pemerintahan dan perlindungan data ASN. Karena itu, digitalisasi arsip menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pemerintahan,"
Data kelengkapan arsip ASN Pemko Binjai
Staf Pemko menyampaikan rincian kelengkapan arsip kepegawaian saat ini. Total PNS di lingkungan Pemko Binjai tercatat 3.459 orang. Persentase kelengkapan arsip masih beragam dan menjadi fokus perbaikan.
| Kategori | Jumlah Pegawai | Persentase |
|---|---|---|
| Sangat lengkap | 1.205 | 34,82% |
| Lengkap | 1.285 | 37,15% |
| Cukup lengkap | 888 | 25,67% |
| Kurang lengkap | 181 | 5,23% |
Pentingnya digitalisasi dan backup
Direktur Infrastruktur Teknologi Informasi dan Keamanan Informasi BKN, Dr. Yudhantoro Bayu Wiratmoko, menekankan peran teknologi dalam transisi arsip dari fisik ke digital. Ia menilai sinkronisasi antara dokumen fisik dan elektronik esensial sebagai mitigasi bencana. BKN mendorong setiap instansi memiliki salinan elektronik sebagai cadangan.
"Yang paling penting adalah kita mempunyai backup data dalam bentuk elektronik. Jadi, ketika terjadi bencana, data tetap dapat diselamatkan dan dipulihkan,"
Rangkaian acara dan peserta
Selain paparan teknis, kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata dan sesi paparan tentang rekonstruksi serta rehabilitasi arsip ASN terdampak bencana di Sumatera tahun 2025. Hadir dalam acara pejabat BKD, perwakilan Kabupaten Langkat, narasumber, serta ASN dari Kota Binjai dan Kabupaten Langkat.
- Kepala BKD Kota Binjai Rahmad Fauzi Salim, S.H., M.AP.
- Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Binjai drg. Indra Syahfery, M.A.P.
- Kepala BKD Kabupaten Langkat Eka Syahputra Depari, S.STP., M.AP.
- Sekretaris BKD Kabupaten Langkat Syafriansyah Nasution, S.Sos., M.AP.
Implikasi dan tindak lanjut
Penguatan pengelolaan arsip dinilai krusial untuk kelangsungan layanan pemerintahan setelah bencana. Pemko Binjai diharapkan mempercepat digitalisasi arsip ASN dan sinkronisasi dengan sistem BKN. Langkah ini akan meminimalkan risiko kehilangan data dan mempercepat pemulihan administrasi saat terjadi bencana.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...
Hortikultura dan Arang Terlaris, Transaksi Sumut-Jatim Capai Rp2,5 T
Hortikultura dan arang paling banyak dibeli pelaku usaha Jatim; transaksi awal Sumut-Jatim tercatat Rp2,5 tr...