Lokal

BPJN Aceh Rampungkan Rekonstruksi Jalan Kedai Runding–Paya Laba

Bagikan:
Rekonstruksi jalan Simpang Kedai Runding–Paya Laba memudahkan akses RS Pratama T. Cut Ali

Tapaktuan – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menuntaskan rekonstruksi ruas Simpang Kedai Runding–Paya Laba sepanjang sekitar 3 kilometer. Proyek ini menghubungkan Kedai Runding, Kecamatan Kluet Selatan, dengan Paya Laba, Kecamatan Kluet Timur, dan menjadi akses utama menuju RS Pratama T. Cut Ali.

Proyek dan cakupan pekerjaan

Rekonstruksi dilaksanakan melalui program Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah (IJD) sebagai bagian upaya meningkatkan konektivitas dan kualitas infrastruktur jalan daerah. Pekerjaan tidak hanya memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga meningkatkan struktur pada sejumlah bagian agar mampu menopang beban lalu lintas dan tahan terhadap kondisi lingkungan setempat.

Manfaat untuk akses layanan kesehatan dan ekonomi

Dengan rampungnya pekerjaan, akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan di wilayah itu diharapkan lebih lancar. Perbaikan jalan juga diproyeksikan memperlancar arus barang dan mobilitas warga sehingga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di kedua kecamatan.

Respon pejabat pelaksana

T. Irwansyah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Aceh, menegaskan penyelesaian proyek merupakan bagian dari komitmen Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga untuk meningkatkan kualitas jalan di Aceh. Pernyataan itu disampaikan di Tapaktuan, Rabu (30/9).

"Penyelesaian rekonstruksi Jalan Kedai Runding–Paya Laba diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas, serta menunjang aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat," kata Irwansyah.

Respons lokal dan harapan pengembangan wilayah

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memberi apresiasi atas dukungan BPJN Aceh. Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan melalui Kepala Bidang Bina Marga menyatakan ruas ini memiliki posisi strategis bagi pengembangan wilayah. Jalan yang diperbaiki menjadi penghubung penting untuk kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.

"Dengan selesainya pekerjaan ini, masyarakat telah merasakan kondisi jalan yang semakin baik dan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan," kata tokoh masyarakat Tgk. Abrar Muda.

Imbauan pemeliharaan dan prospek ke depan

Pemerintah daerah mengimbau warga ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun dan memanfaatkan jalan sesuai peruntukannya agar manfaat pembangunan dapat dirasakan jangka panjang. Perbaikan ini juga diharapkan menjadi salah satu pemicu pertumbuhan kawasan strategis baru di Aceh Selatan.

Perwujudan konektivitas yang lebih baik ke fasilitas kesehatan dan potensi kenaikan aktivitas ekonomi menjadi tolok ukur keberhasilan proyek ini ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait