Lokal

Paskibraka Samosir Sukses Kibarkan Merah Putih pada HUT RI ke-81

Bagikan:
Paskibraka Kabupaten Samosir mengibarkan bendera Merah Putih di Pangururan

SAMOSIR — Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Samosir berhasil menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera pada upacara HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8), di Tanah Lapang Pangururan. Upacara berjalan lancar berkat persiapan yang dipimpin Koramil 03 Pangururan bekerja sama dengan Kesbangpol Kabupaten Samosir.

Komposisi dan peran anggota Paskibraka

Sebanyak 47 anggota terlibat dalam pelaksanaan upacara. Mereka terdiri dari 25 laki-laki dan 20 perempuan, sedangkan dua anggota lain merupakan perwakilan tingkat provinsi. Untuk pengibaran, pembawa baki adalah Mutiara Carissa Sagala, siswi SMAN 1 Pangururan.

Pada prosesi penurunan, baki dibawa oleh Maretly Parsaulian Naibaho, juga siswi SMAN 1 Pangururan. Komandan Peleton dipercayakan kepada Gilbert Hasiholan Siregar, siswa SMAN 1 Pangururan.

Seleksi dan pola latihan

Persiapan dimulai dari tahapan seleksi di sekolah-sekolah se-Kabupaten Samosir. Setelah terpilih, peserta mengikuti pelatihan rutin pada pagi, siang, dan sore hari.

"Personel Koramil 03 Pangururan bekerja sama dengan Kesbangpol melakukan tahapan seleksi dari sekolah-sekolah se-Kabupaten Samosir. Setelah itu, mereka mengikuti pelatihan pagi, siang dan sore," ujar Serda E. Baringin, pelatih Paskibraka.

Materi latihan mencakup dasar Peraturan Baris-Berbaris (PBB), etika, kedisiplinan, ketepatan waktu, serta latihan untuk membangun kerja sama dan kekompakan antaranggota.

Tantangan waktu dan strategi kedisiplinan

Salah satu tantangan utama adalah durasi latihan yang relatif singkat, sekitar satu bulan. Banyak peserta masih harus belajar dasar PBB sejak awal.

"Mulai dari nol PBB. Siswa-siswi masih banyak yang belum memahami PBB, sehingga harus dilakukan latihan secara rutin dan intensif," kata Serda E. Baringin.

Untuk membentuk kedisiplinan, pelatih menerapkan prinsip tanggung jawab kolektif. Jika satu anggota melakukan kesalahan, seluruh tim menerima tindakan korektif.

"Kalau satu orang salah, semuanya mendapat tindakan. Ini untuk membangun kekompakan dan rasa tanggung jawab. Termasuk bangun tidur harus tepat waktu," jelasnya.

Kunci keberhasilan dan penutup

Menurut Serda Baringin, kunci keberhasilan adalah kedisiplinan, kekuatan mental, dan rasa percaya diri, ditambah doa. Berkat hal tersebut, seluruh rangkaian tugas Paskibraka Samosir pada upacara HUT ke-81 RI terlaksana dengan baik.

"Kuncinya adalah disiplin, mental dan percaya diri. Tidak lupa juga doa," pungkas Serda E. Baringin.

Keberhasilan ini memberi contoh bagi pelatihan kepemudaan di daerah dan menjadi bukti efektivitas kerja sama lintas instansi dalam persiapan upacara kenegaraan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait