Nasional

Mendikdasmen: 3 Transformasi SNT Percepat Mutu Pendidikan

Bagikan:

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memaparkan tiga transformasi utama penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)

Tiga transformasi sebagai fondasi

Kemendikdasmen menegaskan SNT dibangun lewat tiga transformasi yang saling terkait: infrastruktur, sumber daya manusia, serta karakter dan pembelajaran. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, relevan, dan berkarakter.

  • Infrastruktur: penyediaan fasilitas dan sarana pembelajaran.
  • Sumber daya manusia: penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah.
  • Karakter dan pembelajaran: kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang relevan.

Transformasi infrastruktur

Transformasi pertama fokus pada penyediaan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran. Menurut Mendikdasmen, fasilitas dimaksud bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.

SNT disiapkan dengan fasilitas dan sumber belajar yang mendukung pembelajaran yang aman, ramah anak, fleksibel, dan relevan. Namun, fasilitas bukan tujuan akhir.

Beberapa contoh fasilitas yang disebutkan antara lain laboratorium, perpustakaan, ruang seni, fasilitas olahraga, dan teknologi pembelajaran. Fasilitas ini dimaksudkan sebagai ruang bagi siswa untuk bereksperimen, berkreasi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah.

Laboratorium, perpustakaan, ruang seni, fasilitas olahraga, dan teknologi pembelajaran menjadi ruang bagi murid untuk bereksperimen, berkreasi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah.

Transformasi sumber daya manusia

Mendikdasmen menegaskan guru dan kepala sekolah menjadi pusat keberhasilan SNT. Peran mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi pengembang inovasi dan mitra belajar bagi sekolah-sekolah lain di sekitar.

Guru dipersiapkan sebagai pemikir profesional, pengembang, inovasi pembelajaran, dan mitra belajar bagi guru-guru dari sekolah sekitar.

Untuk itu, Kemendikdasmen merencanakan keberadaan Teaching and Learning Center sebagai pusat pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, dan berbagi praktik baik.

Teaching and Learning Center akan menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, serta berbagai praktik baik bagi guru.

Kurikulum dan pendekatan pembelajaran

SNT menggunakan kurikulum nasional dengan pendekatan berbasis STEMS. Pendekatan ini mengintegrasikan beberapa bidang yang diperkaya untuk menyiapkan kompetensi siswa menghadapi perkembangan zaman.

  • STEMS: Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, dan Sport.
  • Pengayaan dengan bahasa asing, teknologi digital, wawasan global, budaya, kearifan lokal, dan potensi daerah.

Pembelajaran diperkaya dengan bahasa asing, teknologi digital, pengawasan global, budaya, kearifan lokal, dan potensi daerah. Kita ingin anak-anak memiliki kompetensi yang relevan dengan pergembangan zaman, tetapi tetap berkarakter dan berakar pada nilai-nilai dan budaya luhur bangsa Indonesia.

SNT sebagai pusat peningkatan mutu, bukan sekolah eksklusif

Kemendikdasmen menegaskan SNT tidak dirancang sebagai sekolah unggulan yang berjalan sendiri. SNT diharapkan menjadi pusat pengembangan mutu yang mendorong kemajuan sekolah di wilayah sekitarnya.

Karena itu, keberhasilan SNT tidak hanya diukur dari capaian murid yang belajar di dalamnya. Keberhasilannya juga harus terlihat dari semakin berkembangnya guru meningkatnya kolaborasi antar sekolah, dan bertumbuhnya mutu pendidikan di wilayah tersebut.

Dengan penekanan pada tiga transformasi ini, pemerintah berharap SNT menjadi katalis bagi pemerataan kualitas pendidikan. Implementasi dan pemantauan program akan menentukan seberapa efektif SNT mendorong peningkatan mutu pendidikan di tingkat lokal dan nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait