TNI AU Perkuat Kompetensi Personel Radar lewat Workshop 2026
TNI Angkatan Udara menggelar Workshop Modernisasi dan Perkembangan Teknologi Radar Tahun Anggaran 2026 untuk meningkatkan kompetensi personel pengendalian radar. Kegiatan berlangsung Rabu, 15 Juli 2026, di Skadron Pendidikan 504, Jakarta Timur, dan diikuti personel Dinas Komunikasi dan Elektronika Angkatan Udara (Diskomlekau).
Tujuan dan peserta
Workshop bertujuan memperkuat sistem pertahanan udara melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Selain pembaruan peralatan, fokus utama adalah melatih personel agar mampu mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan sistem radar secara optimal.
Menurut Wakil Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Udara (Waaskomlek KSAU), Marsekal Pertama TNI Gatot Sutomo, penguatan kompetensi personel sama pentingnya dengan modernisasi alutsista.
"Modernisasi sistem radar tidak hanya berfokus pada pembaruan alutsista. Tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkannya."
Ancaman teknologi yang menjadi perhatian
Gatot menyebut perkembangan teknologi militer mendorong kebutuhan modernisasi radar. Beberapa ancaman yang menjadi perhatian antara lain:
- Stealth aircraft (pesawat siluman) yang sulit dideteksi radar konvensional;
- rudal hipersonik dengan kecepatan sangat tinggi;
- Electronic warfare yang dapat mengganggu fungsi sistem deteksi dan komunikasi.
Dengan perkembangan itu, TNI AU melihat perlunya pembaruan teknologi radar sekaligus peningkatan kemampuan teknis personel.
Upaya pengembangan kapasitas
Workshop di Skadron Pendidikan 504 menghadirkan materi tentang modernisasi radar dan praktik pemeliharaan serta pengoperasian sistem. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman teoritis sekaligus keterampilan teknis yang aplikatif.
Selain materi teknis, workshop juga menekankan pentingnya langkah antisipatif menghadapi ancaman masa depan. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan udara secara menyeluruh.
Dampak dan harapan
Pelaksanaan workshop menjadi bagian dari strategi TNI AU memperkuat pertahanan udara nasional. Dengan personel yang lebih terampil, pengoperasian dan pengembangan radar diharapkan berjalan lebih efektif.
Gatot berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman personel terhadap perkembangan teknologi radar dan mendukung tugas pertahanan udara secara lebih efektif ke depan.
Catatan: Kegiatan ini merupakan langkah lanjutan dalam program modernisasi dan penguatan kemampuan operasional TNI AU.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Pimpin Ratas Bahas Koperasi Desa Merah-Putih
Presiden Prabowo pimpin ratas 15 Juli 2026 untuk membahas operasional Koperasi Desa Merah-Putih, fokus pada...
Lemhannas Gandeng KPK Bekali 25 Kepala Daerah Antikorupsi
Lemhannas melibatkan KPK untuk membekali 25 kepala daerah KPPD Angkatan III dengan materi antikorupsi, integ...
Investasi 2025 Lampaui Target, BKPM Serap 2,71 Juta Tenaga Kerja
BKPM mencatat realisasi investasi 2025 sebesar Rp1.931,2 triliun, melampaui target dan menyerap 2,71 juta te...
Rosan: OSS Diperkuat dengan Blockchain dan AI
Menteri Rosan menyatakan OSS akan diperkuat dengan blockchain dan AI, ditangani bertahap setelah penundaan a...
BKN: PNS Turun 410 Ribu, PPPK Melonjak Lebih dari 3,2 Juta
BKN catat penurunan PNS 410 ribu dalam lima tahun, sementara PPPK melonjak >3,2 juta; BKN minta penambahan P...
DPR Minta Kementerian UMKM Perkuat Pendampingan Pelaku Usaha
DPR minta Kementerian UMKM memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha yang belum tersentuh pembiayaan, termas...