PT DI Kembangkan N219 Rancangan Lokal untuk Konektivitas
PT Dirgantara Indonesia (PT DI)
Peninjauan dan penjelasan teknis
Kegiatan peninjauan menampilkan berbagai inovasi pesawat buatan anak bangsa. Flight Test Engineer PT DI, Fendy Augustian, menjelaskan detail teknis dan proses panjang produksi yang harus dipenuhi untuk memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional.
Fendy menegaskan kesiapan tim dan proses produksi yang kini dilakukan secara mandiri oleh tenaga lokal.
"Ini sudah mendapatkan type certificate dari Kementerian Perhubungan dari tahun 2020. Cuma setelah waktu itu kan Covid, jadi kita agak tersendat untuk penjualannya. Dan alhamdulillah saat ini kita sudah mendapat pesanan dari TNI AD dan PT MAP,"
Sertifikasi, hambatan pandemi, dan pesanan
Pesawat N219 telah memiliki type certificate sejak 2020, namun pandemi Covid-19 menunda program komersialisasi. Kini PT DI menerima pesanan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan PT MAP.
Persiapan untuk memenuhi pesanan TNI AD terus dimatangkan, termasuk adaptasi spesifikasi dan proses produksi agar sesuai kebutuhan militer.
Kemandirian desain dan rantai pasok lokal
PT DI menekankan bahwa N219 dikembangkan sepenuhnya oleh sumber daya manusia dalam negeri. Menurut Fendy, hampir seluruh rantai nilai—mulai dari lembaran aluminium hingga perakitan akhir—dikerjakan di fasilitas PT DI.
"Kalau N250 kan dulu masih banyak tenaga asing, Pak, untuk kita perbantuan untuk kita mendesain dan segala macam. Kalau ini 'full' anak bangsa kita sendiri. Jadi mulai dari 'raw material' dari lembaran aluminium sampai jadi pesawat, ini ada semuanya di PT DI,"
Sejarah produk dan prospek ekspor
Adi Prastowo, Manajer Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PT DI, menyorot perjalanan panjang industri dirgantara nasional sejak 1976. Dia menyebutkan produk-produk unggulan yang tetap diproduksi dan dipasarkan ke mancanegara.
"PT DI berdiri sejak tahun 1976 hingga sekarang, artinya masih ada ya. PT DI dengan produk mercusuarnya pada saat itu di zamannya Pak BJ Habibie, N250,"
Ada beberapa tipe andalan yang menjadi tulang punggung penjualan dan pengembangan teknologi:
- N250 (sejarah pengembangan)
- CN235 (masih diproduksi dan dipasarkan)
- NC212 (pengembangan berkelanjutan)
Adi menyatakan bahwa PT DI adalah satu-satunya produsen CN235 dan NC212 di dunia, menegaskan posisi manufaktur kedirgantaraan Indonesia pada pasar internasional.
Implikasi dan harapan
Pengembangan N219 menunjukkan upaya menjaga kedaulatan teknologi kedirgantaraan dan mendorong sinergi antargenerasi di industri strategis ini. Meski menghadapi dinamika ekonomi, komitmen memproduksi pesawat buatan dalam negeri tetap berlanjut.
Harapannya, kemampuan rancang bangun mandiri dan pesanan yang mulai datang akan memperkuat konektivitas domestik dan membuka peluang ekspor lebih luas di masa depan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
SWITCH 2026: Singapura Dorong Perusahaan Siapkan Pekerja Hadapi AI
SWITCH 2026 dibuka di Marina Bay Sands; pemerintah Singapura mengimbau perusahaan menyiapkan pekerja menghad...
ITSEC Asia Gandeng SGCI Bawa Keamanan Siber ke Pantai Gading
ITSEC Asia menggandeng SGCI menyediakan layanan keamanan siber berkelanjutan bagi institusi publik dan infra...
Bali Tech Week 2026 Targetkan 5.000 Peserta untuk Tarik Investasi Digital
Bali Tech Week 2026 digelar 19–23 Okt di Sanur, Bali, menargetkan 5.000 peserta dari 37 negara untuk menarik...
Perusahaan RI Risau Kehilangan Manfaat AI jika Hanya Jalankan Pilot
Perusahaan Indonesia berisiko kehilangan manfaat produktivitas AI jika hanya menjalankan pilot; butuh pelati...
Adopsi AI Melonjak, Ancaman Kebocoran dan Kedaulatan Data
Adopsi AI di Indonesia meningkat pesat, namun risiko kebocoran data dan kedaulatan informasi menguat akibat...
Gerhana Matahari Total 2027: Siang Terbenam 6 Menit di Luxor
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 akan menggelapkan siang hingga 6 menit di beberapa wilayah daratan, te...