Gaya Hidup

IHFFM Bawa Film Horor Indonesia ke Melbourne 3 Oktober

Bagikan:

Melbourne — Indonesian Horror Film Festival Melbourne (IHFFM) akan menggelar debut internasionalnya pada 3 Oktober di The Capitol, Swanston Street, Melbourne. Festival ini menampilkan pemutaran film, karpet merah outdoor, diskusi pembuat film, dan sesi meet-and-greet, dengan tujuan memperluas akses penonton internasional ke perfilman horor Indonesia.

Ide dan tujuan festival

Penggagas acara, produser Intan Kieflie, menjelaskan bahwa IHFFM lahir untuk menjembatani minat global terhadap horor Indonesia dengan akses menonton yang masih terbatas. Menurutnya, pasar internasional sudah mengenal karya-karya horor Indonesia, namun rute distribusi dan pemutaran belum memadai.

"Many people in the global market know Indonesian horror, but they don’t know where or how to watch it,"

Intan menegaskan festival ini berupaya menjangkau audiens langsung, bukan hanya bergantung pada distributor lokal, sehingga dapat membangun permintaan internasional untuk film Indonesia.

Program dan film unggulan

IHFFM menayangkan empat film horor Indonesia yang mengeksplorasi tradisi supernatural, cerita rakyat, dan rahasia keluarga. Selain itu, festival memutar remaster 4K film aksi The Raid untuk memperingati ulang tahun ke-15 karya tersebut.

  • Ritual Gaib: Nyai Randasura — Seorang wanita hamil mengungkap pakta supranatural antar generasi dalam keluarga suaminya.
  • Kuyank — Seorang istri menggunakan ilmu hitam terlarang untuk menyelamatkan rumah tangga, lalu sebuah kutukan menargetkan wanita hamil dan bayi.
  • Malam 3 Yasinan — Seorang wanita kembali ke rumah keluarga setelah kematian misterius saudara kembarnya; teror supernatural mengungkap rahasia kelam.
  • Sukma — Seorang ibu yang mencoba memulai hidup baru justru mengalami mimpi buruk setelah anaknya menemukan cermin antik yang memicu gangguan supranatural.

Kehadiran talenta dan acara karpet merah

Deretan aktor dan sineas dijadwalkan hadir, termasuk Yayan Ruhian, Shalom Razade, Hamish Daud, Baim Wong, serta sutradara asal Australia Stuart Simpson. Kehadiran Yayan Ruhian, yang dikenal lewat The Raid dan produksi internasional lain, diperkirakan menjadi daya tarik utama.

Acara karpet merah akan digelar di luar ruangan di Swanston Street dan dirancang menyerupai suasana publik seperti festival internasional besar, sehingga penonton bisa menyaksikan momen selebritas secara langsung.

  • Yayan Ruhian
  • Shalom Razade
  • Hamish Daud
  • Baim Wong
  • Stuart Simpson

Dukungan diaspora dan prospek ke depan

Dino Patti Djalal, chairman Indonesian Diaspora Network Global Board of Trustees, memuji IHFFM sebagai inisiatif diaspora independen untuk mempromosikan industri kreatif Indonesia di luar negeri. Dukungan semacam ini dinilai strategis untuk membuka akses pasar baru dan memperkuat citra perfilman Indonesia.

Intan berharap festival ini mendorong lebih banyak produser Indonesia untuk mengikuti festival dan pasar film internasional, serta memperluas jaringan distribusi bagi film horor nasional.

Dengan kombinasi program pemutaran, diskusi industri, dan kehadiran talenta, IHFFM berpotensi menjadi batu loncatan bagi film horor Indonesia di panggung global.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait