IDAI Minta Media Edukasi Masyarakat soal Influenza pada Anak
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta wartawan membantu mengedukasi publik menyusul peningkatan kasus influenza. Permintaan disampaikan Sekretaris Umum IDAI, Hikari Ambara Sjakti, saat konferensi pers via Zoom Meeting di Jakarta, Jumat, 18 September 2026, dengan tujuan mendorong deteksi dini dan pencegahan yang tepat.
Seruan IDAI kepada media
IDAI berharap liputan yang akurat dan tenang mampu mengurangi kekhawatiran publik. Menurut Hikari, peran media penting untuk menyampaikan langkah deteksi dan pencegahan yang benar agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada.
“Kami berharap mitra media turut menyampaikan informasi ini untuk menenangkan dan mengedukasi masyarakat menghadapi peningkatan kasus influenza. Kami juga mendorong seluruh pihak, terutama masyarakat, melakukan deteksi dan pencegahan influenza secara tepat,”
Fokus perlindungan anak
Hikari menekankan perlunya perlindungan khusus bagi anak-anak, terutama mereka yang berisiko tinggi. Ia mengingatkan seluruh pihak agar memperhatikan kebutuhan kelompok rentan tersebut.
“Pesan IDAI adalah bahwa kita harus selalu melindungi anak-anak kita. Terutama pasien atau anak yang berisiko tinggi,”
Vaksinasi dan langkah pencegahan
IDAI menyebut vaksinasi sebagai salah satu upaya utama untuk mencegah infeksi influenza dan mengurangi risiko gejala berat. Selain itu, penerapan pola hidup sehat dianggap sama pentingnya untuk menekan penularan.
Rekomendasi pencegahan yang disarankan IDAI meliputi:
- Vaksinasi bagi anak sesuai anjuran tenaga kesehatan.
- Menjaga kebersihan tangan dan etika batuk/bersin.
- Meminimalkan kontak dengan orang sakit dan mengawasi tanda-tanda awal pada anak.
- Mencari pemeriksaan medis bila gejala berat atau pada anak berisiko tinggi.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan meningkatnya kasus influenza, IDAI mengajak media, tenaga kesehatan, dan orang tua untuk bersinergi. Informasi yang jelas akan membantu deteksi dini dan tindakan pencegahan sehingga beban penyakit dapat dikurangi.
Ke depan, IDAI kemungkinan akan terus memperkuat pesan edukasi kepada publik dan kaum profesional kesehatan untuk memastikan langkah pencegahan berjalan konsisten.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
DPR Minta Pembiayaan JKN 2027 Dipastikan Jaga Akses Kelompok Miskin
Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto meminta pemerintah menjamin pembiayaan JKN 2027 agar akses layanan bagi k...
RSCM Pastikan Pasien Keracunan MBG Tak Alami Gangguan Otak
RSCM menyatakan pasien asal Sumatera Utara yang diduga keracunan MBG tidak mengalami gangguan fungsi otak se...
Menkes: Kemitraan Kesehatan Harus Hasilkan Dampak Nyata
Menkes Budi Gunadi minta kemitraan kesehatan berujung aksi nyata: peningkatan harapan hidup, penguatan Puske...
Kemenkes Dorong Telenicu Percepat Penanganan Pasien Neonatus
Kemenkes dorong Telenicu untuk percepat konsultasi rujukan neonatus dengan komunikasi real time antar fasili...
Manfaat Bubur Singkong untuk Energi, Pencernaan, dan Tips Olah
Bubur singkong kaya karbohidrat dan serat, memberi energi serta mendukung pencernaan jika diolah dan disajik...
Kemenkes Dorong Kemitraan Kesehatan: One Plan dan One Budget
Kemenkes mendorong kemitraan kesehatan berkelanjutan dengan prinsip One Plan, One Budget, dan One Evaluation...