DPR Minta Pembiayaan JKN 2027 Dipastikan Jaga Akses Kelompok Miskin
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah memastikan keberlanjutan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk Tahun Anggaran 2027 agar akses layanan kesehatan bagi kelompok miskin tetap terjaga. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IX bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
Permintaan penghitungan kebutuhan pembiayaan
Edy menekankan pentingnya ketahanan pembiayaan JKN sebagai bagian dari transformasi sektor kesehatan. Ia mengingatkan pemerintah untuk menghitung kebutuhan anggaran JKN secara cermat agar tidak menimbulkan persoalan operasional layanan di 2027.
Rapat tersebut mengangkat agenda pembahasan RKA-K/L Tahun Anggaran 2027 hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar). Menurut Edy, tekanan inflasi dan meningkatnya kebutuhan layanan menambah urgensi penataan pembiayaan.
Dampak terhadap rumah sakit dan tenaga kesehatan
Edy memperingatkan jika pembiayaan JKN tertekan, operasional rumah sakit dan pembayaran jasa tenaga medis bisa terganggu. Akibatnya, kualitas layanan berisiko menurun dan menimbulkan kegaduhan pada 2027.
“Jasa pelayanan tenaga medis dan tenaga kesehatan pasti drop. Pelayanannya pasti nanti buruk, keluar di mana-mana, jadi, kegaduhan 2027 diciptakan oleh JKN ini.”
Akses teknologi tinggi untuk masyarakat miskin
Selain keberlanjutan anggaran, Edy menyoroti akses masyarakat miskin terhadap fasilitas berteknologi tinggi yang dibangun dengan anggaran negara. Ia mencontohkan Cath Lab di sejumlah rumah sakit yang belum optimal manfaatnya bila belum bekerja sama dengan JKN.
“Jadi, apa gunanya kita memberikan teknologi tinggi, tapi tidak bisa dinikmati oleh masyarakat, terutama orang miskin.”
Penguatan fondasi JKN dan peran asuransi tambahan
Edy meminta agar penguatan JKN tidak diarahkan untuk menggantikan skema perlindungan dasar masyarakat dengan asuransi tambahan. Menurutnya, asuransi tambahan bisa menjadi pilihan setelah fondasi JKN diperkuat.
“Jadi, ini jangan dibawa dengan asuransi kesehatan tambahan, Pak, kita sudah sepakat dengan JKN. Jadi, fondasi JKN diperkuat dulu.”
Ia juga menegaskan bahwa pemenuhan iuran bagi orang miskin adalah kewajiban pemerintah sesuai undang-undang. Dengan demikian, perencanaan anggaran 2027 harus menempatkan ketahanan pembiayaan JKN sebagai prioritas untuk memastikan kesinambungan Universal Health Coverage (UHC).
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Mengenal Ikan Sidat: Omega-3 Tinggi, Potensi Pangan dan Ekonomi
Ikan sidat kaya Omega-3 (DHA & EPA) dan nutrisi lain, berpotensi jadi sumber pangan bergizi sekaligus komodi...
Paparan Panas Ancaman Kulit: Wardah Perkenalkan Sunscreen dengan Heat Defense
Wardah perkenalkan sunscreen dengan teknologi Heat Defense pada acara di Jakarta, 3 Oktober 2026, untuk lind...
Hari Hewan Sedunia: 5 Penyakit Zoonosis yang Perlu Diwaspadai
Pada Hari Hewan Sedunia (4 Okt), kenali 5 penyakit zoonosis utama, cara penularan, dan langkah pencegahannya...
Dinkes Jabar: Influenza Tipe A Mudah Menular dalam Keluarga
Dinkes Jawa Barat ingatkan influenza tipe A mudah menular di keluarga; isolasi mandiri dan pakai masker pent...
Nakes Tangerang Inspeksi Jajanan Sekolah untuk Cegah Pangan Tak Aman
Nakes Tangerang inspeksi jajanan sekolah untuk memastikan kebersihan, keamanan pangan, dan mendukung tumbuh...
Tangerang Waspadai Influenza Tipe A: Dinkes Imbau Orang Tua Waspada
Dinkes Kota Tangerang imbau orang tua waspada terhadap influenza tipe A; Kabupaten Tangerang melaporkan stat...