Kesehatan

Muhaimin: Perkuat JKN sebagai Jaring Pengaman Masyarakat

Bagikan:
Menko Muhaimin Iskandar berbicara di Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan 2026

Menko PM Muhaimin Iskandar meminta penguatan JKN sebagai jaring pengaman sosial agar rakyat tak jatuh miskin karena sakit. Pernyataan itu disampaikan saat Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan 2026 dan Penganugerahan Seva Paramitha Awards, Jakarta, Selasa, 15 September 2026. Tujuannya agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan bermutu tanpa terbebani biaya pengobatan yang menguras ekonomi keluarga.

Status kepesertaan dan cakupan

Muhaimin menyebut bahwa ukuran keberhasilan JKN bukan hanya jumlah pendaftar. Menurutnya, keaktifan peserta dan manfaat yang dirasakan masyarakat sama pentingnya. Saat ini, kepesertaan aktif JKN mencapai 79,20 persen, sementara total kepesertaan tercatat 284 juta jiwa (98,02 persen). Angka ini menurutnya mencerminkan partisipasi besar dari masyarakat dalam sistem gotong royong nasional.

Kualitas layanan dan kesetaraan

Menko menekankan kualitas pelayanan sebagai kunci mempertahankan keaktifan peserta. Pelayanan yang mudah, cepat, aman, dan bermutu dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap program. Ia juga menegaskan tidak boleh ada pembedaan layanan antar peserta.

“Tak perlu lagi ada rasa khawatir bagi seluruh rakyat kita, tak perlu takut jatuh miskin akibat sakit. Dengan JKN, masyarakat tidak perlu takut sakit karena sudah mendapatkan perlindungan kesehatan dan kepastian pelayanan yang bermutu,”

Penguatan layanan primer

Muhaimin mendorong penguatan layanan primer melalui upaya promotif dan preventif. Ia mengingatkan perubahan pola penyakit dan penuaan penduduk meningkatkan kompleksitas kebutuhan kesehatan. Penguatan harus dilakukan berkelanjutan di berbagai daerah agar layanan lebih responsif.

  • Tenaga kesehatan yang memadai
  • Sarana dan prasarana yang layak
  • Ketersediaan obat dan bahan medis
  • Pemeriksaan penunjang yang memadai

Menurut Muhaimin, ekosistem JKN kini didukung sekitar 34,2 ribu fasilitas kesehatan, dengan kunjungan layanan dan rujukan yang terus meningkat.

Akuntabilitas, integritas, dan pencegahan fraud

Selain kualitas, aspek akuntabilitas dan integritas harus diperkuat dalam penyelenggaraan JKN. Fasilitas kesehatan diminta memberikan pelayanan sesuai standar dan menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab. Muhaimin juga menekankan pentingnya transparansi klaim, verifikasi, dan pembayaran untuk mencegah fraud.

Penghargaan dan replikasi praktik baik

Muhaimin berharap Seva Paramitha Award menjadi sarana menyebarluaskan praktik baik pelayanan kesehatan. Ia mengajak pemangku kepentingan mempelajari dan mereplikasi praktik tersebut agar mutu layanan meningkat merata di seluruh Tanah Air.

Dengan fokus pada kualitas layanan, layanan primer, serta tata kelola yang kuat, Pemerintah berharap JKN tidak hanya memperluas cakupan, tetapi juga memastikan manfaat nyata bagi setiap warga negara.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait