Nabil Haqq: Dukungan Orang Tua Jadi Mood Booster di Honda DBL 2026
Nabil Haqq Danuwidjaja semula merasa gugup saat melihat kedua orang tuanya duduk di tribun Bandung Arena. Namun dukungan mereka berubah menjadi mood booster saat ia membela SMAN 22 Bandung pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East. Kehadiran keluarga memberi energi tambahan yang meningkatkan semangat Nabil di lapangan.
Dukungan orang tua yang menguatkan
Nabil mengakui ada tekanan tersendiri ketika orang-orang terdekat menyaksikan pertandingan secara langsung. Tekanan itu perlahan berganti menjadi dorongan positif setiap kali ia melihat kedua orang tuanya memberi dukungan dari tribun.
"Awalnya sih pasti nervous ya kalau orang tua nonton langsung kita tanding basket gitu. Tapi sekarang kalau orang tua aku nonton langsung justru jadi mood booster. Jadi tambah semangat buat main," ujar Nabil.
Menurut Nabil, dukungan itu bukan sekadar kehadiran fisik, melainkan juga bentuk kepercayaan terhadap pilihan dan proses yang ia jalani.
Dari lapangan futsal ke basket
Sebelum menemukan passion di basket, Nabil lebih dulu akrab dengan futsal. Peralihan terjadi saat ia duduk di kelas 7 SMP, ketika orang tuanya mendorongnya mencoba cabang olahraga lain.
"Justru aku awalnya main futsal. Cuma sama orang tua diarahkan buat mencoba olahraga lain. Akhirnya aku pindah dari futsal ke basket," ungkapnya.
Awalnya basket hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Namun minat Nabil terus berkembang sehingga ia memutuskan bergabung dengan klub untuk mengasah kemampuan secara serius.
Perjalanan sebagai student-athlete
Proses latihan dan kompetisi yang dijalani membuat Nabil semakin matang sebagai student-athlete. Pada setiap tahap, kedua orang tuanya konsisten memberi dukungan, baik secara moral maupun dalam proses latihan.
"Awalnya cuma ikut ekstrakurikuler, terus habis itu ikut klub. Semua didukung penuh sama orang tua aku," katanya.
Musim ini Nabil mendapat kesempatan tampil di ajang Honda DBL West Java-East, sebuah langkah penting dalam perkembangan kariernya di level sekolah menengah.
Implikasi dan prospek ke depan
Dukungan keluarga memberi dampak nyata pada performa Nabil di lapangan. Dengan pijakan dari klub dan pengalaman turnamen seperti DBL, Nabil berpeluang terus berkembang dan menjadi pemain andalan bagi timnya.
Ke depan, konsistensi latihan dan dukungan berkelanjutan dari lingkungan keluarga serta klub akan menentukan sejauh mana Nabil dapat melanjutkan kiprahnya di kompetisi tingkat lebih tinggi.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Goran Paulic Resmi Tinggalkan Persib
Goran Paulic, asisten pelatih asal Kroasia, mengakhiri kerja sama dengan Persib pada 2 Juli 2024 menjelang L...
Kapolresta Bandung Cup: Puluhan Tim U-16 Berlaga di Jalak Harupat
Puluhan tim U-16 bersaing di Kapolresta Bandung Cup (2-5 Juli 2024) di Sor Si Jalak Harupat sebagai wadah pe...
Arsan Makarin Resmi Tinggalkan PERSIB Jelang Liga 1 2024/2025
PERSIB dan Arsan Makarin sepakat berpisah setelah dua musim; Arsan tampil 13 kali saat PERSIB jadi juara dan...
Atlet China Zhang Zhi Jie Meninggal saat Bertanding di AJC 2024
Atlet China Zhang Zhi Jie meninggal saat bertanding di BNI Badminton Asia Junior Championship 2024 di Yogyak...
Delvintor Raih Poin Pertama di MXGP MX2 Selaparang
Delvintor Alfarizi meraih poin pertama musim MXGP MX2 di Selaparang, Lombok, dengan finis P19 dan P15 pada 3...
Teddy Tjahjono Resmi Mundur dari Persib, Diganti Adhitia
Teddy Tjahjono resmi mundur sebagai Direktur Olahraga Persib efektif 31 Juli 2024; Adhitia Putra Herawan dit...