Sering Scrolling Sebelum Tidur? Ini Dampak pada Kesehatan
Kebiasaan scrolling ponsel sebelum tidur dapat mengganggu istirahat. Paparan layar malam hari menunda kesiapan tubuh untuk beristirahat, menekan hormon melatonin, meningkatkan keterjagaan mental, dan memangkas durasi tidur—penemuan yang tercatat dalam beberapa penelitian ilmiah.
Bagaimana layar memengaruhi ritme tidur
Cahaya layar, terutama gelombang pendek yang sering disebut blue light, memberi sinyal terang ke otak. Sinyal ini mengacaukan siklus sirkadian yang mengatur jam biologis tubuh. Akibatnya, fase biologis untuk istirahat bisa tertunda sehingga tubuh belum merasa siap tidur pada waktu yang seharusnya.
Studi yang dipublikasikan di jurnal PNAS menunjukkan pengguna buku elektronik bercahaya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantuk dibanding pembaca buku cetak, serta mengalami pergeseran waktu sirkadian.
Penekanan melatonin dan konsekuensinya
Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal pada tubuh bahwa waktunya tidur. Paparan cahaya pada malam hari diketahui menekan pelepasan hormon ini. Penelitian dalam jurnal Brain Communications menemukan tekanan sekresi melatonin pada kelompok remaja dan orang dewasa yang menggunakan perangkat tanpa penyaring cahaya biru.
Keterjagaan mental karena media sosial
Aktivitas seperti membuka media sosial menjelang tidur meningkatkan cognitive arousal, yakni meningkatnya aktivitas mental yang membuat tubuh sulit rileks. Penelitian dalam Journal of Adolescence menghubungkan penggunaan media sosial malam hari dengan keterlambatan waktu tidur dan kenaikan waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar terlelap.
Konten yang terus berganti menjaga perhatian tetap aktif. Akibatnya, otak mendapat rangsangan saat seharusnya mulai memasuki kondisi tenang.
Dampak pada durasi tidur dan regenerasi tubuh
Kebiasaan scrolling juga sering membuat pengguna kehilangan bagian durasi tidurnya setiap malam. Padahal tidur memberi kesempatan bagi tubuh dan otak melakukan pemulihan dan regenerasi sel. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, kesempatan regenerasi menjadi terbatas dan fungsi tubuh dapat terdampak.
Langkah praktis mengurangi efek negatif
Mengurangi penggunaan perangkat menjelang tidur membantu mempertahankan pola istirahat. Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan:
- Matikan atau jauhkan ponsel 30–60 menit sebelum tidur.
- Gunakan mode redup atau filter cahaya biru jika harus menyentuh layar.
- Ganti kebiasaan dengan membaca buku cetak atau melakukan relaksasi ringan.
Kesimpulannya, scrolling sebelum tidur tidak langsung merusak otak, namun kebiasaan ini dapat menekan melatonin, mempertahankan keterjagaan, dan mengurangi durasi tidur—semua berpotensi memengaruhi kesehatan jangka panjang. Mengatur penggunaan perangkat di malam hari memberi kesempatan bagi tubuh memasuki fase tidur tanpa gangguan layar.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Mengenal Ikan Sidat: Omega-3 Tinggi, Potensi Pangan dan Ekonomi
Ikan sidat kaya Omega-3 (DHA & EPA) dan nutrisi lain, berpotensi jadi sumber pangan bergizi sekaligus komodi...
Paparan Panas Ancaman Kulit: Wardah Perkenalkan Sunscreen dengan Heat Defense
Wardah perkenalkan sunscreen dengan teknologi Heat Defense pada acara di Jakarta, 3 Oktober 2026, untuk lind...
Hari Hewan Sedunia: 5 Penyakit Zoonosis yang Perlu Diwaspadai
Pada Hari Hewan Sedunia (4 Okt), kenali 5 penyakit zoonosis utama, cara penularan, dan langkah pencegahannya...
Dinkes Jabar: Influenza Tipe A Mudah Menular dalam Keluarga
Dinkes Jawa Barat ingatkan influenza tipe A mudah menular di keluarga; isolasi mandiri dan pakai masker pent...
Nakes Tangerang Inspeksi Jajanan Sekolah untuk Cegah Pangan Tak Aman
Nakes Tangerang inspeksi jajanan sekolah untuk memastikan kebersihan, keamanan pangan, dan mendukung tumbuh...
Tangerang Waspadai Influenza Tipe A: Dinkes Imbau Orang Tua Waspada
Dinkes Kota Tangerang imbau orang tua waspada terhadap influenza tipe A; Kabupaten Tangerang melaporkan stat...