Legislator PKS Minta BRIN Konsolidasikan AI Lokal Jadi Kekuatan Nasional
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengonsolidasikan riset artificial intelligence (AI) lokal agar menjadi kekuatan teknologi nasional. Ia menilai Indonesia memiliki talenta, riset, dan produk AI yang bisa diorkestrasi menjadi solusi nasional.
Alasan dorongan konsolidasi
Kurniasih menyatakan perkembangan agentic AI membuka peluang bagi Indonesia membangun ekosistem AI yang mandiri dan kompetitif. Ia menilai saat ini inovasi di berbagai lembaga masih berjalan terfragmentasi, sehingga perlu penghubung untuk menyinergikan upaya tersebut.
Indonesia sudah memiliki talenta dan berbagai inisiatif AI buatan lokal. BRIN dapat mengonsolidasikan kekuatan tersebut sehingga berkembang menjadi salah satu kekuatan AI besar yang dibangun dari kemampuan bangsa sendiri.
Peran yang diharapkan dari BRIN
Menurut Kurniasih, BRIN dapat berfungsi sebagai penghubung antara pusat riset, perguruan tinggi, startup, industri, dan pengembang AI lokal. Dengan peran tersebut, riset, infrastruktur, dan kebijakan dapat diarahkan secara terpadu untuk kebutuhan nasional.
Yang kita perlukan adalah orkestrasi. BRIN bisa menjadi penghubung antara riset di perguruan tinggi, inovasi anak bangsa, pengembangan teknologi oleh industri, dan kebutuhan masyarakat.
Sektor prioritas riset AI
Kurniasih mengapresiasi pemetaan BRIN pada teknologi strategis seperti semikonduktor, AI, biogenomik, dan komputasi kuantum. Untuk AI, ia menekankan arahan riset ke sektor-sektor strategis berikut:
- Pendidikan
- Kesehatan
- Pertanian
- Lingkungan
- Kebencanaan
- Transportasi
- Industri kreatif
Hilirisasi dan investasi talenta
Selain memperkuat riset, Kurniasih mendorong adanya jalur hilirisasi yang jelas agar hasil penelitian dapat menjadi prototipe, kekayaan intelektual, produk, atau layanan yang dimanfaatkan masyarakat dan dunia usaha. Ia juga menekankan pentingnya investasi pada talenta dan infrastruktur komputasi.
Menurutnya, perguruan tinggi dan lembaga riset harus diberi ruang pengembangan, sementara talenta terbaik perlu didukung agar memilih berkarya di dalam negeri. Jika talenta, riset, data, infrastruktur, dan industri terhubung, Indonesia punya fondasi kuat membangun AI nasional.
Dampak dan prospek
Kurniasih berharap BRIN dapat memanfaatkan besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen teknologi asing. Ia melihat peluang lahirnya produk AI lokal yang memahami bahasa, budaya, dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Dengan konsolidasi yang tepat, penggunaan riset dan hilirisasi teknologi diharapkan memperkuat daya saing nasional serta membuka lapangan kerja bagi talenta lokal. Langkah ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk masa depan teknologi dan sumber daya manusia Indonesia.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Adopsi AI Melonjak, Ancaman Kebocoran dan Kedaulatan Data
Adopsi AI di Indonesia meningkat pesat, namun risiko kebocoran data dan kedaulatan informasi menguat akibat...
Gerhana Matahari Total 2027: Siang Terbenam 6 Menit di Luxor
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 akan menggelapkan siang hingga 6 menit di beberapa wilayah daratan, te...
NASA Siapkan SunRISE Pantau Ledakan Matahari 2027
NASA menargetkan peluncuran misi SunRISE pertengahan 2027 untuk memantau gelombang radio ledakan Matahari da...
Hari Komunikasi Damai: Etika Komunikasi Digital yang Diperlukan
Peringatan 7 Oktober mendorong etika komunikasi digital untuk mencegah kebencian, misinformasi, dan perundun...
NASA Uji Metode Hadapi Tetesan Air Superdingin di Awan
NASA menguji metode baru di Icing Research Tunnel untuk memahami dan mengatasi bahaya pembentukan es dari te...
HP OmniBook 5 Tantang MacBook Neo di Segmen Laptop Terjangkau
HP OmniBook 5 diluncurkan 5 Oktober 2026 dan menantang MacBook Neo lewat layar OLED, pilihan prosesor, dan k...