Fadli Zon: Karya Nasirun Diharap Jadi Inspirasi Regenerasi Perupa
Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka pameran "Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Sabtu 12 September 2026. Ia berharap perjalanan hidup dan karya maestro seni rupa Nasirun dapat mendorong kelahiran pelukis-pelukis baru melalui pewarisan ilmu dan pengalaman kepada generasi muda. Nasirun meninggal dunia pada 1 Agustus 2026.
Pameran untuk mengenang dan mewariskan
Pameran ini diselenggarakan sebagai penghormatan sekaligus media edukasi. Selain menampilkan karya-karya penting Nasirun, kurasi menonjolkan sisi pengabdian sang maestro terhadap guru dan proses belajar berkesenian.
Dalam pameran, pengunjung dapat melihat bagaimana perjalanan artistik Nasirun dibentuk oleh pengaruh guru serta praktik berbagi ilmu yang dijalankan sepanjang kariernya. Kurator menegaskan pameran bertujuan membuka diskusi tentang tradisi belajar dalam seni rupa Indonesia.
Nilai pewarisan lewat program "Belajar Bersama Maestro"
Fadli Zon menyoroti keterlibatan Nasirun dalam program Belajar Bersama Maestro yang digelar Kementerian Kebudayaan pada 2025. Program itu memilih sepuluh siswa melalui audisi untuk tinggal dan belajar langsung bersama Nasirun.
“Mudah-mudahan akan tumbuh Nasirun-Nasirun baru,”
“Beliau orang yang sangat berdedikasi untuk membagikan pengalaman dan ilmunya kepada generasi muda.”
Fadli menambahkan rincian tentang program tersebut:
“Jadi ada 10 orang siswa yang terpilih melalui audisi dan tinggal di tempat Mas Nasirun. Mereka kemudian belajar bersama, tinggal bersama, serta melahirkan karya-karya.”
Menurut Menbud, pengalaman tinggal dan bekerja bareng maestro memberi kedalaman teknik dan konsepsi yang sulit diperoleh lewat pembelajaran konvensional.
Makna bagi regenerasi perupa
Para pengamat seni menilai pameran ini menjadi momentum mengingatkan pentingnya transfer pengetahuan antar-generasi. Pameran juga membuka ruang bagi generasi muda untuk melihat proses kreatif langsung dari karya sang maestro.
Dengan menempatkan aspek pengajaran sebagai tema sentral, pameran menegaskan bahwa warisan seni bukan hanya objek estetika, melainkan juga praktik dan nilai yang harus dipertahankan.
Penutup
Selain mengenang pencapaian estetika Nasirun, pameran "Bersimpuh di Kaki Para Guru" menggarisbawahi urgensi program regenerasi dalam dunia seni rupa Indonesia. Jika pewarisan pengetahuan terus dijalankan, ada peluang nyata munculnya pelukis-pelukis baru yang meneruskan tradisi dan kreativitas Nusantara.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Madani Film Festival 2026 Usung Tema Rimpang, Digelar 7-11 Oktober
Madani Internasional Film Festival 2026 bertema Rimpang digelar 7-11 Oktober di Jakarta, mendorong kolaboras...
Song Kang dan Kim Sohyun Reuni di Drakor 'White Scandal'
Song Kang dan Kim Sohyun dipastikan reuni sebagai pemeran utama drama MBC 'White Scandal', adaptasi webtoon...
DKJ Imbau Warga Waspada Pembelian Tiket 'Orchestra Experience'
DKJ mengimbau warga berhati-hati membeli tiket 'Orchestra Experience' setelah laporan dan pembatalan mendada...
Olivia Pilih Isyana untuk Lagu Pancasila Beraransemen Orkestra
Produser Olivia Zallianty memilih Isyana Sarasvati menyanyikan lagu Pancasila versi orkestra untuk menjangka...
Lee Jae Wook Bintangi Dead-End Job, Tayang 30 Oktober 2026
Lee Jae Wook membintangi serial Netflix Dead-End Job, tentang pekerja paruh waktu yang menerima tawaran berb...
Serial Fast & Furious Tayang 2028, Vin Diesel Jadi Produser
Peacock setujui serial Fast & Furious tayang 2028; Vin Diesel akan menjadi produser eksekutif dan proyek ber...