Ekonomi

LPDB Perkuat Diversifikasi Bisnis Puskopkar PTPN VIII

Bagikan:
Pengembangan usaha dan agrowisata Puskopkar PTPN VIII dengan dukungan LPDB

Puskopkar PTPN VIII memperluas lini usaha sejak 2021 dengan dukungan dana bergulir LPDB untuk memperkuat kemandirian dan mengurangi ketergantungan pada induk perusahaan. Koperasi sekunder yang menaungi 43 koperasi primer itu mengembangkan distribusi teh, agrowisata, serta layanan jasa seperti laundry coin dan barbershop, sambil mengoptimalkan aset di Ciwaruga, Bandung Barat.

Diversifikasi usaha dan optimasi aset

Puskopkar awalnya mengandalkan ekosistem PTPN sebagai captive market. Kini organisasi ini punya "keranjang-keranjang lain" agar tidak terpaut langsung pada fluktuasi perusahaan induk.

Saat ini kegiatan usaha meliputi angkutan produksi, distribusi produk teh merek Walini, Goalpara, dan Gunung Mas, serta penetrasi pasar Horeka (hotel, restoran, kafe). Selain itu, Puskopkar mengembangkan agrowisata di Ciwalini dan layanan jasa seperti laundry coin dan barbershop.

Pendanaan lewat LPDB untuk ekspansi

Sekretaris Puskopkar, Dina Novelia Hidayat, menyatakan kebutuhan modal menjadi tantangan utama saat memasuki fase ekspansi. Sumber modal internal selama ini berasal dari simpanan anggota, sehingga dukungan eksternal diperlukan untuk skala usaha lebih besar.

"Kami membutuhkan modal yang lebih besar dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya kerja sama dengan LPDB, harapannya modal kerja kami semakin kuat sehingga bisnis bisa berkembang,"

Puskopkar mulai memanfaatkan pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi sejak 2021 dan kini kembali mengajukan proposal untuk mendukung pengembangan lini usaha serta optimalisasi aset di kawasan Ciwaruga.

Tata kelola, risiko, dan manfaat jangka panjang

Dina menilai proses pembiayaan LPDB mendorong perbaikan administrasi, legalitas, tata kelola, dan manajemen risiko. Penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dinilai sebagai bentuk pengamanan yang mendukung keberlanjutan usaha.

"Kalau prosesnya melalui Good Corporate Governance dan dokumen yang lengkap, justru itu menjadi pengamanan bagi kami juga,"

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menyambut baik langkah diversifikasi Puskopkar. Ia menekankan bahwa pembiayaan LPDB diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha agar tumbuh sehat dan produktif, serta memberikan manfaat nyata kepada anggota.

"Puskopkar PTPN VIII memberikan contoh bahwa koperasi tidak harus berhenti pada bisnis yang sudah berjalan. Koperasi dapat mengembangkan usaha baru dengan tetap memanfaatkan kekuatan yang dimiliki,"

Rencana ke depan

Ke depan Puskopkar berencana mengoptimalkan aset di Ciwaruga dengan pengembangan penginapan atau cottage, kantor tetap, dan ruang pengembangan unit usaha. Strategi ini diharapkan menambah nilai ekonomi aset sekaligus memperluas manfaat bagi ribuan anggota yang mayoritas berasal dari ekosistem PTPN.

Dengan kombinasi diversifikasi usaha, optimalisasi aset, dan dukungan pembiayaan yang tertib, Puskopkar menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait