Multi Power Aditama Perkuat Layanan Pelanggan Lewat Pilihan Produk
Multi Power Aditama memperkuat layanan pelanggan dengan menawarkan portofolio produk dari segmen ekonomi hingga premium. Langkah ini diumumkan pada Mining Expo 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jumat, 11 September 2026. Perusahaan mengklaim strategi itu untuk menyesuaikan kualitas produk dengan kebutuhan dan anggaran kontraktor alat berat.
Strategi portofolio produk
Head of Marketing and Development Multi Power Aditama, Broery Andrew Sihombing, menyebut portofolio sebagai bagian dari strategi. Perusahaan menggali kebutuhan pelanggan terlebih dahulu sebelum merekomendasikan produk dan menetapkan anggaran. Pendekatan ini memungkinkan penawaran lebih tepat sasaran sesuai karakter pekerjaan.
"Kita tidak langsung menjelaskan ke customer dari garis besar. Karena bagi kita, konsep portfolio adalah bagaimana kita nanti bisa menjawab kebutuhannya customer,"
Pendekatan sesuai sektor kerja
Perusahaan menyesuaikan produk sesuai jenis pekerjaan dan sektor industri pelanggan. Portofolio mencakup berbagai kebutuhan industri seperti:
- Forestry
- Pertambangan batu bara
- Konstruksi
- Sektor industri lainnya
Broery menjelaskan tim sales menggali informasi awal, misalnya jenis pekerjaan dan status kontraktor. Dari situ, tim menentukan produk yang paling cocok untuk operasi pelanggan.
"Biasanya kita mencoba menggali dulu apa saja kebutuhan customer, contohnya dia kerjanya apa, kontraktor apa. Dari situlah kita gali informasi kalau dia bekerja di salah satu sektor, maka produk itu yang kita tawarkan,"
Fokus efisiensi dan kalkulasi biaya
Selain rentang harga, kualitas dan performa jangka panjang menjadi pertimbangan. Multi Power Aditama menekankan pentingnya menghitung cost per hour untuk melihat efisiensi operasional. Menurut perusahaan, produk dengan harga awal lebih tinggi bisa lebih hemat bila mampu menekan biaya pemakaian.
Pendekatan ini membantu pelanggan memilih antara biaya awal dan biaya operasional jangka panjang. Dengan begitu, keputusan pembelian lebih terukur dan sesuai target efisiensi.
Layanan purna jual sebagai pembeda
Head of Digital Transformation and Enterprise Systems, Joseph Effendy, menegaskan layanan purna jual menjadi pembeda di pasar. Perusahaan tidak hanya menjual komponen, tetapi juga menawarkan dukungan teknis untuk menjaga kelancaran operasional pelanggan.
"Untuk menjual produk saja semua orang bisa, tapi untuk menjual service itu masih sedikit. Kita juga main di after sales-nya, kita kunjungi customer untuk membantu mereka mengeluarkan anggaran secara efektif,"
Upaya ini ditujukan membangun hubungan jangka panjang dan menyediakan solusi, bukan sekadar produk. Perusahaan terus mengembangkan layanan agar pelanggan mendapatkan dukungan operasional yang berkelanjutan.
Implikasi dan prospek
Dengan kombinasi portofolio produk dan layanan purna jual, Multi Power Aditama bertujuan meningkatkan efisiensi dan loyalitas pelanggan. Ke depan, perusahaan kemungkinan memperluas dukungan teknis untuk menjangkau lebih banyak segmen industri.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Yellow Stone Management Perkuat Jaringan Bisnis di Indonesia
Yellow Stone Management memperluas operasi ke Indonesia untuk memperkuat konektivitas bisnis dan membuka pel...
J&T Express Olah 146 Kg Seragam Bekas Jadi Produk Baru
J&T Express mengolah 146 kg seragam kurir menjadi produk baru lewat J&T SIP, mengurangi limbah dan menghinda...
Harga Emas Pegadaian Naik Akhir Pekan: Galeri24 & UBS 12 Sep 2026
Harga emas Galeri24 naik Rp5.000/gram dan UBS naik Rp1.000/gram di Pegadaian pada Sabtu, 12 September 2026,...
Harga Emas Antam Naik Rp4.000 per Gram, Ini Rinciannya
Harga emas Antam naik Rp4.000/gram pada 12 September 2026; 1 gram kini Rp2.604.000 dengan buyback Rp2.600.00...
TPS3R Guwosari Kelola 4,5 Ton Sampah dan Serap 27 Pekerja
TPS3R Guwosari mengelola 4,5 ton sampah per hari dan menyerap 27 pekerja lewat program Go Sari yang dibina P...
Kunjungan Lawang Sewu Tembus 1,63 Juta hingga Agustus 2026
Lawang Sewu mencatat 1.636.638 kunjungan sejak 2024 hingga Agustus 2026; data lengkap, arus penumpang stasiu...