J&T Express Olah 146 Kg Seragam Bekas Jadi Produk Baru
J&T Express mengolah 146 kilogram seragam operasional kurir yang sudah tidak terpakai menjadi produk baru melalui program J&T Express Sustainability Impact Program (J&T SIP), Sabtu, 12 September 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi limbah dan mendukung prinsip keberlanjutan dalam operasi perusahaan.
Program dan proses pengolahan
Seragam yang habis masa pakai tidak langsung dibuang. Material terlebih dahulu dibersihkan kemudian diproses ulang menjadi beragam produk fungsional. Kegiatan ini dijalankan bekerja sama dengan Liberty Society, sebuah social enterprise bersertifikasi B Corp, yang membantu proses upcycling.
Produk hasil upcycling
Dari seragam bekas, perusahaan menghasilkan beberapa produk merchandise yang bernilai guna baru. Produk tersebut meliputi pouch, reusable bag, bag charm, dan penutup notebook. Hasil pengolahan kemudian dirangkum menjadi merchandise kit untuk berbagai kebutuhan internal dan promosi.
Dampak lingkungan dan penghematan emisi
Selain mengurangi limbah tekstil, inisiatif ini diperkirakan mampu menghindari sekitar 1,25 ton emisi CO2e. Angka itu setara dengan emisi kendaraan bermotor berbahan bakar bensin untuk jarak sekitar 5.000 kilometer. J&T menilai pemanfaatan kembali material bekas dapat menjadi langkah praktis menuju ekonomi sirkular.
Sebagai perusahaan logistik, aktivitas kami sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan seragam sebagai bagian dari operasional. Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai,
Peran J&T SIP dan rencana ke depan
Melalui J&T SIP, perusahaan menyatakan akan terus mengeksplorasi langkah-langkah pengurangan dampak lingkungan. Fokusnya mencakup pemanfaatan kembali material operasional dan peningkatan praktik ramah lingkungan di seluruh kegiatan operasional.
Inisiatif pengolahan 146 kilogram seragam ini menjadi contoh implementasi konkret. J&T berencana mengidentifikasi material lain yang layak untuk diupcycle, serta memperluas kemitraan dengan pelaku sustainability untuk memperbesar dampak lingkungan positif.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp4.000 per Gram, Ini Rinciannya
Harga emas Antam naik Rp4.000/gram pada 12 September 2026; 1 gram kini Rp2.604.000 dengan buyback Rp2.600.00...
TPS3R Guwosari Kelola 4,5 Ton Sampah dan Serap 27 Pekerja
TPS3R Guwosari mengelola 4,5 ton sampah per hari dan menyerap 27 pekerja lewat program Go Sari yang dibina P...
Kunjungan Lawang Sewu Tembus 1,63 Juta hingga Agustus 2026
Lawang Sewu mencatat 1.636.638 kunjungan sejak 2024 hingga Agustus 2026; data lengkap, arus penumpang stasiu...
Rupiah Melemah 64 Poin, Ditutup Rp17.611 di Tengah Ketegangan
Rupiah ditutup melemah 64 poin ke Rp17.611 karena ketegangan Timur Tengah dan prospek inflasi AS yang memper...
IHSG Melemah 0,73% pada Penutupan Jumat, Sentimen Global Tekan
IHSG ditutup melemah 0,73% ke 6.541,37 pada 11 Sep 2026, terdampak sentimen geopolitik dan lonjakan imbal ha...
KemenEkraf Siapkan Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan Hollywood
Kementerian Ekonomi Kreatif menjajaki kerja sama dengan Hollywood untuk MoU pada WCCE 2026, mencakup film, i...