Ekonomi

IHSG Melemah 0,73% pada Penutupan Jumat, Sentimen Global Tekan

Bagikan:
Grafik IHSG turun 0,73 persen pada 11 September 2026 akibat tekanan sentimen global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir sesi II perdagangan Jumat, 11 September 2026, setelah turun 0,73 persen ke level 6.541,37. Penurunan terjadi di tengah sentimen global yang membebani pasar.

Ringkasan penutupan

IHSG dibuka pada level 6.552,79, yang juga menjadi titik tertinggi hari ini. Indeks bergerak di zona merah sepanjang perdagangan sebelum akhirnya menutup lebih rendah dibanding penutupan sehari sebelumnya.

Data perdagangan

Perdagangan hari ini mencatatkan volume sebesar 30,40 miliar saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp14,6 triliun, dengan frekuensi sekitar 1,9 juta kali transaksi.

Di sisi pergerakan saham, mayoritas tertekan. Sebanyak 453 saham dilaporkan turun, sementara 183 saham turun, dan 153 saham tidak mengalami perubahan alias stagnan.

Pergerakan sektoral dan sentimen

Hampir seluruh indeks sektoral mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Sektor energi mencatat penurunan terdalam sebesar 1,22 persen, diikuti sektor barang baku, konsumer non-primer, dan finansial.

"Konflik berkepanjangan membuat harga minyak dunia di atas USD100 per barel, sedangkan yield tinggi menekan terhadap valuasi saham," kata tim Pilarmas Investindo dalam risetnya, Jumat, 11 September 2026.

Lonjakan imbal hasil (yield) US Treasury dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor eksternal yang menekan sentimen pasar domestik.

Analisis teknikal dan prospek

Dari sisi teknikal, IHSG dinilai sedang dalam fase downtrend. Indeks disebut telah mencapai target koreksi di level 6.502. Analis memperingatkan untuk mencermati area koreksi berikutnya di sekitar level 6.448 sebagai potensi support selanjutnya.

Investor disarankan memantau perkembangan geopolitik global dan pergerakan yield internasional karena keduanya berpotensi menentukan arah pasar dalam beberapa waktu mendatang.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait