Ekonomi

Furnitur Indonesia Catat Potensi USD2,26 Juta di INDEXPLUS India

Bagikan:
Paviliun Furnitur Indonesia di INDEXPLUS 2026 New Delhi menampilkan produk desain kontemporer

Paviliun Indonesia di pameran INDEXPLUS 2026 di New Delhi mencatat potensi transaksi sebesar USD 2,26 juta dan realisasi awal transaksi senilai USD 151.000 (sekitar Rp 2,65 miliar). Pameran berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 dan hasil ini disampaikan Kemendag pada 10 September 2026.

Hasil pameran dan realisasi transaksi

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional melaporkan capaian tersebut sebagai peluang konkret untuk memperluas pasar furnitur Indonesia di India. Angka potensi transaksi mencerminkan minat buyer India terhadap produk Indonesia.

Keikutsertaan Indonesia pada INDEXPLUS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat penetrasi produk furnitur kita di pasar India. Kemendag mengajak pelaku usaha furnitur Indonesia, termasuk UMKM mempelajari tren konsumen produk furnitur India dan semakin menggencarkan ekspor

Peserta dan konsep paviliun

Paviliun seluas sekitar 156 meter persegi mengusung tema Indonesian Craftsmanship, Global Design. Empat pelaku usaha tampil di paviliun, yaitu PT Polaris Inovasindo Jaya, PT Chakra Naga Furniture, PT Woodline Global Furniture, dan PT Woodie Homes Indonesia.

Keempat perusahaan menampilkan produk dengan kombinasi desain kontemporer, craftsmanship, dan material premium yang menonjolkan warisan budaya Indonesia. Penekanan pada desain minimalis-modern juga ditujukan untuk menyasar preferensi konsumen urban di kota besar India.

Fasilitasi business matching

Sebelum dan pascapameran, ITPC Chennai memfasilitasi pertemuan antara perusahaan Indonesia dan calon buyer India. Contohnya, PT Polaris Inovasindo Jaya dan PT Chakra Naga Furniture bertemu dengan Kayu India dan Timberworld.

Setelah pameran, PT Polaris Inovasindo Jaya kembali dipertemukan dengan buyer Karara Mujassme India untuk mematangkan peluang kerja sama.

Kami memperoleh banyak calon buyer potensial dan melihat peluang ekspor yang sangat baik. Kami berharap Pemerintah Indonesia dapat membantu memberikan kemudahan dalam proses sertifikasi Bureau of Indian Standards (BIS)

Komitmen perwakilan perdagangan dan langkah selanjutnya

ITPC Chennai menegaskan komitmen untuk mengubah potensi menjadi transaksi nyata melalui business matching langsung dan tindak lanjut intensif.

Kami aktif memfasilitasi business matching langsung dengan para pelaku usaha dan pembeli potensial di India. Dengan begitu, kami dapat memastikan potensi kerja sama terealisasi menjadi transaksi konkret

Tantangan dan peluang

Pelaku usaha Indonesia harus menyesuaikan produk dengan selera pasar India yang kian condong ke desain minimalis-modern. Selain itu, upaya meningkatkan daya saing perlu diimbangi pemahaman aturan perdagangan dan sertifikasi seperti Bureau of Indian Standards (BIS).

Pemanfaatan skema ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA) disarankan untuk memperoleh keuntungan tarif sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan langkah sinergis antara pemerintah dan pelaku usaha, peluang ekspor furnitur ke India berpotensi meningkat dalam beberapa periode mendatang.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait