IHSG Turun 1,49% ke 6.490,91 Dipicu Kenaikan Harga Minyak
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada jeda siang Jumat, 11 September 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG turun 1,49 persen atau 98,43 poin ke level 6.490,91, setelah dibuka pada 6.552,79. Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia dan prospek pengetatan suku bunga.
Pergerakan pasar siang
IHSG sempat menyentuh tertinggi 6.552,80 dan terendah 6.462,96 sebelum jeda siang. Tekanan jual berlanjut setelah indeks mengalami pelemahan sejak pembukaan perdagangan.
Pada perdagangan Kamis, IHSG ditutup turun 1,33 persen ke level 6.589 dengan net sell asing sebesar Rp747,51 miliar. Saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain:
- BBCA
- BBRI
- ISAT
- DSSA
- INDY
"IHSG hari ini akan menguji level 6.525. Jika tembus level tersebut, IHSG berpeluang menguji level support selanjutnya di 6.400-6.460,"
perkiraan Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Dorongan dari kenaikan harga minyak
Tekanan pasar datang terutama dari lonjakan harga minyak. Harga minyak mentah Brent telah menembus USD108 per barel, sementara WTI berada di sekitar USD102,48 per barel. Kenaikan ini menambah kekhawatiran terhadap biaya impor energi dan tekanan inflasi global.
Data ritel dan kondisi fiskal
Tim Phintraco mencermati data penjualan ritel Juli 2026 yang menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 1,1 persen. Kenaikan ini merupakan respons setelah tiga bulan kontraksi. Sektor makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan penjualan menjadi 3,6 persen pada Juli dari 2,4 persen pada Juni.
Sementara itu, penjualan ritel pada Agustus tercatat turun 0,1 persen secara bulanan.
Di sisi fiskal, defisit anggaran hingga Juli tercatat sebesar Rp235,6 triliun atau 0,91 persen dari PDB. Tim Phintraco menilai ruang fiskal pemerintah masih memadai dibandingkan target defisit APBN 2026 sebesar Rp734,3 triliun atau 2,85 persen dari PDB.
"Berdasarkan defisit hingga Juli ini, pemerintah diperkirakan masih memiliki ruang fiskal yang cukup memadai,"
"Jika harga minyak bertahan di level tinggi dalam waktu lama dan Pemerintah tidak mengelola anggaran dengan efisien. Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran potensi melebarnya defisit APBN,"
Pengaruh kebijakan moneter global
Dari eksternal, European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga suku bunga acuan menjadi 2,65 persen pada Agustus 2026. Langkah ini mencerminkan kekhawatiran inflasi yang terdorong konflik geopolitik.
"ECB menyatakan konflik Timur Tengah terus memicu tekanan inflasi. Perkiraannya, inflasi masih akan di atas target 2 persen untuk jangka waktu cukup lama,"
Prospek ke depan
IHSG berpotensi melanjutkan tekanan jika harga minyak tetap tinggi dan sentimen suku bunga global tetap ketat. Pemantauan atas data ritel, manajemen fiskal pemerintah, dan pergerakan harga minyak menjadi kunci bagi arah indeks selanjutnya.
Jika level 6.525 ditembus, fokus pasar selanjutnya berada pada kisaran support 6.400-6.460, yang akan menentukan fase koreksi atau konsolidasi berikutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Rupiah Melemah Tertekan Rebound Dolar AS dan Lonjakan Minyak
Rupiah melemah 0,35% ke Rp17.608 per dolar AS pada pembukaan 11 Sept 2026, tertekan penguatan dolar akibat n...
Harga Emas Antam Turun Rp25.000, Jadi Rp2,6 Juta (11 Sept 2026)
Harga emas Antam turun Rp25.000 per gram pada 11 Sept 2026, menjadi Rp2.600.000 per gram; buyback Rp2.450.00...
IHSG Diprakirakan Melemah Hari Ini, Tertekan Minyak dan Suku Bunga
IHSG diperkirakan melemah hari ini karena kenaikan harga minyak dan prospek suku bunga, disertai net sell as...
Kemenperin Minta Kawasan Industri Lengkapi IUKI
Kemenperin minta kawasan industri segera lengkapi perizinan termasuk IUKI untuk jamin kepastian hukum dan du...
PTPN I Raih Apresiasi atas Konsistensi Pembinaan UMKM
PTPN I menerima apresiasi atas konsistensi membina UMKM pada perayaan puncak 9 September 2026; program fokus...
Leverage Modal Kecil: 7 Tips Memulai Trading Futures
Leverage memungkinkan trading futures dengan modal kecil mulai dari $1, tapi menambah risiko. Pelajari margi...