NASA Kerahkan Dua Satelit Sentinel-6 untuk Prediksi Badai saat El Niño
NASA mengoperasikan dua satelit, Sentinel-6B dan Sentinel-6 Michael Freilich, untuk memantau kondisi laut selama fenomena El Niño dan membantu memperkirakan kekuatan badai. Sentinel-6B diluncurkan pada November 2025 dan kini terbang sekitar 30 detik di belakang satelit pendahulunya dalam misi Copernicus Sentinel-6/Jason-CS.
Dua satelit pantau permukaan laut secara presisi
Kedua satelit dilengkapi radar altimeter yang mengukur ketinggian permukaan laut secara presisi. Pengukuran ini penting karena permukaan laut yang lebih tinggi menunjukkan penumpukan panas tersimpan di laut yang bisa memperkuat badai tropis.
Sejak 15 Juli 2026, Sentinel-6B mulai mengirimkan data dengan jeda rendah yang dapat langsung dimanfaatkan dalam prakiraan cuaca operasional. Posisi orbit yang berdekatan — sekitar 30 detik berbeda — memungkinkan cakupan dan verfikasi data yang lebih baik.
Apa saja yang diukur dan bagaimana data digunakan
Instrumen utama pada kedua satelit mencakup radar altimeter dan sistem GNSS-RO untuk pengukuran atmosfer. Secara ringkas, satelit mengukur:
- ketinggian permukaan laut,
- ukuran gelombang,
- kecepatan angin permukaan,
- kelembapan, tekanan, dan suhu atmosfer melalui GNSS-RO.
Data ini dimasukkan ke dalam model cuaca untuk memperkirakan seberapa cepat dan kuat badai dapat berkembang. Informasi ketinggian laut membantu mengidentifikasi daerah penyimpanan panas laut, yang menjadi bahan bakar utama bagi siklon tropis.
Dampak El Niño pada pola badai
El Niño memindahkan panas laut dari kawasan barat Pasifik ke timur. Perubahan distribusi panas ini mengubah pola cuaca global dan memengaruhi lokasi pembentukan badai. Selama peristiwa El Niño besar, aktivitas siklon tropis bisa bergeser dari Atlantik menuju Pasifik.
Dengan tumpukan data panjang dari misi Sentinel-6/Jason-CS yang dimulai sejak awal 1990-an, ilmuwan dapat membandingkan kondisi saat ini dengan catatan historis untuk memahami dampak El Niño yang tengah berlangsung.
Manfaat operasional dan prospek ke depan
Pengiriman data jeda rendah dari Sentinel-6B membuka peluang bagi layanan cuaca nasional dan internasional untuk meningkatkan akurasi peringatan dini badai. Data ini sangat berharga bagi perencanaan mitigasi bencana, keselamatan pelayaran, dan komunitas pesisir yang rentan.
Ke depan, integrasi pengukuran permukaan laut dan profil atmosfer dari GNSS-RO diharapkan memperkuat model prediksi intensitas badai dan memberikan gambaran lebih jelas tentang dampak El Niño pada cuaca global.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Adopsi AI Melonjak, Ancaman Kebocoran dan Kedaulatan Data
Adopsi AI di Indonesia meningkat pesat, namun risiko kebocoran data dan kedaulatan informasi menguat akibat...
Gerhana Matahari Total 2027: Siang Terbenam 6 Menit di Luxor
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 akan menggelapkan siang hingga 6 menit di beberapa wilayah daratan, te...
NASA Siapkan SunRISE Pantau Ledakan Matahari 2027
NASA menargetkan peluncuran misi SunRISE pertengahan 2027 untuk memantau gelombang radio ledakan Matahari da...
Hari Komunikasi Damai: Etika Komunikasi Digital yang Diperlukan
Peringatan 7 Oktober mendorong etika komunikasi digital untuk mencegah kebencian, misinformasi, dan perundun...
NASA Uji Metode Hadapi Tetesan Air Superdingin di Awan
NASA menguji metode baru di Icing Research Tunnel untuk memahami dan mengatasi bahaya pembentukan es dari te...
HP OmniBook 5 Tantang MacBook Neo di Segmen Laptop Terjangkau
HP OmniBook 5 diluncurkan 5 Oktober 2026 dan menantang MacBook Neo lewat layar OLED, pilihan prosesor, dan k...