Chandra Temukan 84 Hypersoft X-ray, Buka Dua Misteri Kosmik
Observatorium sinar-X Chandra melaporkan penemuan 84 objek sinar-X baru yang menunjukkan perilaku tak biasa. Diumumkan pada 10 September 2026 dan dipublikasikan di Nature Astronomy, objek itu memancarkan sinar-X berenergi sangat rendah tetapi radiasi ultraviolet yang kuat. Temuan ini berpotensi menjawab dua teka-teki penting dalam astrofisika: asal-usul beberapa supernova Tipe Ia dan mekanisme pelepasan elektron dalam gas antarbintang.
Penemuan dan cara identifikasi
Tim peneliti menelusuri arsip data Chandra untuk mencari sumber yang hanya terlihat pada sinar-X berenergi rendah. Hasil pencarian menghasilkan 84 kandidat yang dikategorikan sebagai hypersoft X-ray sources di enam galaksi. Dua di antaranya berada pada galaksi spiral, sedangkan empat lainnya tercatat pada galaksi elips.
- Andromeda (galaksi spiral)
- Pinwheel (galaksi spiral)
- Empat galaksi elips (tidak disebutkan nama)
Kemungkinan asal objek
Para ilmuwan menduga objek-objek ini merupakan sistem bintang ganda yang aktif. Bentuknya melibatkan white dwarf, bintang neutron, atau lubang hitam yang menarik material dari bintang pasangan. Material akresi itu memanas dan memancarkan sinar-X pada energi rendah sebelum akhirnya jatuh ke objek kompak.
Fenomena ini juga menghasilkan radiasi ultraviolet intens yang tidak biasa, sehingga membuka kemungkinan adanya populasi besar sistem bintang ganda yang selama ini terlewatkan oleh survei konvensional.
Dua teka-teki kosmik yang mungkin terpecahkan
Pertama, penemuan ini bisa membantu memetakan kandidat progenitor supernova Tipe Ia, yaitu katai putih yang mengumpulkan massa hingga meledak. Supernova Tipe Ia penting bagi kosmolog karena menjadi penanda untuk mengukur laju pemuaian alam semesta.
Kedua, radiasi ultraviolet kuat dari hypersoft sources diduga berperan pada proses pelepasan elektron dari gas antarbintang. Proses ini memengaruhi pendinginan gas, pembentukan bintang, dan evolusi galaksi dalam skala besar.
Mengapa objek ini sulit dideteksi
Sinar-X berenergi rendah mudah diserap dan relatif lemah dibandingkan sinar-X berenergi tinggi. Kondisi itu membuat hypersoft sources sulit dicatat oleh teleskop yang tidak dirancang khusus untuk rentang energi tersebut. Dengan demikian, arsip panjang Chandra menjadi kunci untuk menemukan kumpulan objek ini.
Penemuan 84 hypersoft X-ray sources menandai adanya populasi tersembunyi yang patut diteliti lebih lanjut. Pengamatan lanjutan dan model teoritis akan menentukan seberapa besar peran objek-objek ini terhadap supernova Tipe Ia dan dinamika gas antarbintang.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Perusahaan RI Risau Kehilangan Manfaat AI jika Hanya Jalankan Pilot
Perusahaan Indonesia berisiko kehilangan manfaat produktivitas AI jika hanya menjalankan pilot; butuh pelati...
Adopsi AI Melonjak, Ancaman Kebocoran dan Kedaulatan Data
Adopsi AI di Indonesia meningkat pesat, namun risiko kebocoran data dan kedaulatan informasi menguat akibat...
Gerhana Matahari Total 2027: Siang Terbenam 6 Menit di Luxor
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 akan menggelapkan siang hingga 6 menit di beberapa wilayah daratan, te...
NASA Siapkan SunRISE Pantau Ledakan Matahari 2027
NASA menargetkan peluncuran misi SunRISE pertengahan 2027 untuk memantau gelombang radio ledakan Matahari da...
Hari Komunikasi Damai: Etika Komunikasi Digital yang Diperlukan
Peringatan 7 Oktober mendorong etika komunikasi digital untuk mencegah kebencian, misinformasi, dan perundun...
NASA Uji Metode Hadapi Tetesan Air Superdingin di Awan
NASA menguji metode baru di Icing Research Tunnel untuk memahami dan mengatasi bahaya pembentukan es dari te...