Ekonomi

Menkeu Terapkan AI di INSW untuk Tingkatkan Penerimaan Negara

Bagikan:
Menteri Keuangan tinjau LNSW dan rencana penerapan AI untuk INSW

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana penerapan aplikasi berbasis Artificial Intelligence di sistem Indonesia National Single Window (INSW) untuk meningkatkan potensi penerimaan negara. Pengumuman itu disampaikan usai peninjauan ke kantor Lembaga National Single Window (LNSW) di Jakarta pada Rabu, 9 September 2026. Tujuan utamanya adalah memperbaiki integrasi data dan mempercepat analisis transaksi ekspor-impor yang tersimpan di INSW.

Masalah data dan kebutuhan pembenahan

Menurut Purbaya, INSW menyimpan data besar terkait pengajuan perizinan ekspor dan impor. Namun saat ini data belum sepenuhnya terintegrasi, sehingga analisis masih banyak bergantung pada pengolahan manual. Kondisi tersebut menghambat pemerintah dalam memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi dan potensi penerimaan.

Pengolahan manual dan sistem yang belum terhubung membuat hasil analisis kurang optimal, bahkan saat menggunakan program komputer konvensional. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan memutuskan mendorong pengembangan solusi berbasis AI untuk mengatasi kendala ini.

Rencana penerapan AI dan fungsinya

Aplikasi AI yang akan dikembangkan bertujuan memudahkan para analis membaca dan mengolah data dalam jumlah besar. Sistem ini juga dirancang untuk mengidentifikasi potensi penerimaan negara yang selama ini mungkin belum terlihat.

Kita akan kembangkan aplikasi yang menggunakan AI. Aplikasi ini untuk membantu para analis kita melihat potensi pendapatan yang mungkin diperoleh dengan perbaikan sistem

Teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi perkiraan penerimaan dan memprakirakan kewajiban pembayaran yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan.

Peran LNSW dan manfaat bagi pengawasan

Menkeu menegaskan peran LNSW sebagai pengelola INSW sangat penting untuk analisa perdagangan dan penerimaan negara. Dengan data yang lebih terintegrasi, pemerintah dapat melakukan pengawasan transaksi yang sedang berlangsung dan melacak aktivitas ekonomi sebelumnya.

Lembaga National Single Window mungkin gak banyak orang tahu, tapi cukup powerful dan membantu analisa kami

Dengan sistem AI, diharapkan tidak ada lagi celah bagi pelanggaran atau manipulasi data yang sulit terdeteksi. Pengawasan yang lebih ketat juga memungkinkan deteksi dini potensi pajak dan penerimaan lain.

Implikasi dan langkah ke depan

Penerapan AI pada INSW merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi pengolahan data dan memperbesar potensi penerimaan negara. Ke depan, Kementerian Keuangan akan mengembangkan sistem ini lebih lanjut agar mampu memberikan prakiraan yang andal bagi kebijakan fiskal dan pengawasan perdagangan.

Ke depan nggak ada yang bisa main-main lagi. Pemerintah akan menggunakan data secara lebih terintegrasi untuk memantau aktivitas perusahaan

Pembenahan teknis dan integrasi data di INSW akan menjadi fokus prioritas. Jika berhasil, langkah ini bisa memperkuat basis data fiskal dan meningkatkan penerimaan negara dari aktivitas perdagangan internasional.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait