Astronaut ISS Teliti Aliran Darah dan Panaskan Material 2.000°C
Pada Rabu, 9 September 2026, awak Ekspedisi 75 di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melakukan serangkaian penelitian dan perawatan fasilitas. Astronaut NASA Jessica Meir dan Anil Menon bersama kosmonaut Roscosmos Anna Kikina dan Pyotr Dubrov menjalani pemindaian pembuluh darah menggunakan Ultrasound 3 untuk memantau aliran darah dalam kondisi mikrogravitasi. Kegiatan ini bertujuan memahami dampak tanpa gravitasi pada sistem peredaran darah demi persiapan misi jangka panjang ke Bulan dan Mars.
Pemindaian pembuluh darah di mikrogravitasi
Pemindaian bertujuan melihat perubahan struktur dan aliran vaskular awak saat berada di lingkungan tanpa gravitasi. Pemeriksaan memakai perangkat ultrasound yang dipasang di modul internal ISS. Data yang dikumpulkan akan dianalisis untuk menentukan risiko kesehatan dan merancang protokol pencegahan bagi misi jangka panjang.
ELF: pemanasan material hingga 2.000°C
Astronaut ESA Sophie Adenot merawat fasilitas Electrostatic Levitation Furnace (ELF) di modul Kibo. Fasilitas ini menggunakan medan listrik untuk melayang-kan sampel, kemudian dipanaskan dengan laser. ELF mampu menaikkan suhu material hingga lebih dari 2.000 derajat Celsius sambil mengukur sifat termofisiknya.
Perawatan peralatan dan persiapan pengembalian
Usai pemindaian pembuluh darah, Anil Menon mengganti unit komunikasi radio pada salah satu pakaian antariksa di modul Quest. Unit ini direncanakan dikirim kembali ke Bumi untuk perawatan bersama kru SpaceX Crew-12. Selain itu, Astronaut NASA Jack Hathaway mengganti sejumlah filter yang menyaring partikel, gas, dan bau dari atmosfer stasiun.
- Penggantian unit radio pada pakaian antariksa
- Penggantian filter atmosferik di ISS
- Perawatan dan kalibrasi fasilitas ELF di Kibo
Observasi Bumi
Anna Kikina, Pyotr Dubrov, dan Andrey Fedyaev melakukan penggantian dan pengaktifan perangkat observasi Bumi. Perangkat fotografi ini merekam fenomena seperti badai, kebakaran hutan, dan aktivitas vulkanik pada berbagai panjang gelombang. Kamera dapat dioperasikan manual oleh awak atau diprogram untuk memotret otomatis wilayah tertentu.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan keseimbangan antara eksperimen ilmiah dan perawatan teknis di orbit. Hasil penelitian dari pemindaian vaskular dan uji material pada ELF diharapkan memberi petunjuk penting bagi desain misi antariksa jangka panjang serta keselamatan awak.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Apple Rilis iPhone Duo: iPhone Lipat Pertama dengan Layar 7,6 inci
Apple resmi meluncurkan iPhone Duo, ponsel lipat dengan layar internal 7,6 inci dan harga mulai US$1.999; di...
OPPO Libatkan Indonesia dalam R&D: Dari Kampus Dongguan ke Produk Global
OPPO memasukkan kebutuhan pasar seperti Indonesia ke proses R&D di kampus Dongguan untuk mendorong inovasi y...
BYD Jadi Pemasok Mobil Terbesar di Indonesia, Resmikan Pabrik Subang
BYD buka pabrik Subang dan jadi salah satu pemasok mobil terkemuka di Indonesia, dengan kapasitas 150.000 un...
Tren Foto Retro 80-an: Begini Cara Pakai Fitur 80s Flashback di ChatGPT
Fitur 80s Flashback di ChatGPT mengubah foto jadi bergaya 1980-an langsung dari ponsel; berikut langkah leng...
Telkomsel: Pelanggan Halo Optima Dapat Prioritas Jaringan di Lokasi Padat
Telkomsel luncurkan Halo Optima, pascabayar dengan prioritas jaringan di lokasi padat agar koneksi tetap sta...
Robot LINK Dekati Observatorium Swift, Uji Teknologi Dilanjutkan
NASA dan Katalyst Space melanjutkan uji LINK di orbit untuk demonstrasi teknologi servis Observatorium Swift...