NASA Bentuk Akademi Antariksa AS, 300 Siswa Ditargetkan 2028
NASA mulai merealisasikan pembentukan United States Space Academy (USSA) setelah perintah eksekutif diteken Presiden AS. Rapat perdana Komisi Presiden untuk USSA dipimpin Administrator NASA Jared Isaacman pada 9 September 2026, dan agensi membuka permintaan informasi kepada negara bagian yang berminat menjadi lokasi akademi.
Rapat perdana dan permintaan informasi
Pada pertemuan pertama, komisi langsung membahas struktur dan prioritas awal akademi. Topik yang dibahas meliputi tata kelola, kurikulum, kewajiban pengabdian, kemitraan, dan rencana implementasi.
Usai rapat, NASA mengeluarkan permintaan informasi untuk negara bagian yang ingin mengajukan diri menjadi tuan rumah serta mitra pendukung pelaksanaan akademi.
Kriteria lokasi dan dokumen yang diminta
Komisi menekankan bahwa lokasi akan menentukan keberhasilan USSA dalam membentuk pemimpin masa depan di sektor antariksa. Negara bagian diminta menilai kesiapan fasilitas dan lingkungan sekitar secara rinci.
- Informasi kesiapan lokasi dan infrastruktur fisik.
- Analisis aspek lingkungan dan kepatuhan regulasi.
- Deskripsi ekosistem pendukung, termasuk industri, akademik, dan riset.
- Satu proposal per negara bagian melalui perwakilan gubernur.
Proses seleksi dan batas waktu
Setiap negara bagian hanya dapat mengajukan satu proposal melalui kantor gubernur. Pengajuan ini akan menjadi bahan pertimbangan komisi dalam memilih lokasi sementara dan permanen akademi.
Komisi Presiden memiliki waktu 120 hari untuk menyusun rekomendasi kepada Presiden AS mengenai pendirian akademi dan pengembangan kepemimpinan serta tenaga ahli di sektor antariksa.
Target waktu operasional dan kuota siswa
NASA menargetkan pembangunan fasilitas akademi mulai paling lambat pada 2027. Selanjutnya, 300 siswa pertama direncanakan menempati fasilitas sementara pada 2028.
Lokasi permanen akademi ditargetkan mulai beroperasi pada 2031, sebagai langkah lanjutan untuk mendukung ambisi jangka panjang AS di bidang antariksa.
Tujuan dan implikasi
Langkah pembentukan USSA dimaksudkan untuk memperkuat pipeline kepemimpinan dan tenaga terampil di sektor antariksa. Dengan fokus pada kurikulum, tata kelola, dan kemitraan, akademi diharapkan menjadi pusat pengembangan kapasitas nasional.
Penetapan lokasi dan pengembangan fasilitas akan menentukan seberapa cepat program dapat menyuplai kebutuhan tenaga ahli untuk misi dan industri antariksa di masa mendatang.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Merkurius Menyusut Lebih Cepat, Inti Planet Terungkap
Merkurius menyusut 10–30% lebih cepat, dengan diameter hampir 19 km, mengungkap petunjuk baru tentang ukuran...
Telkomsat Luncurkan VSAT STAR, Jaga Konektivitas Kapal di Tengah Laut
Telkomsat meluncurkan VSAT STAR, layanan satelit hingga 200 Mbps per site untuk menjaga konektivitas kapal t...
Satelit NASA Rekam Badai Debu di Mali, Partikel Meluas ke Atlantik
Satelit Terra NASA merekam badai debu di Mali pada 5 September 2026; partikel bergerak ke barat hingga Samud...
Chandra Temukan 84 Hypersoft X-ray, Buka Dua Misteri Kosmik
Chandra menemukan 84 hypersoft X-ray yang memancarkan sinar-X rendah dan UV kuat, berpotensi menjawab mister...
Astronaut ISS Teliti Aliran Darah dan Panaskan Material 2.000°C
Awak Ekspedisi 75 di ISS melakukan pemindaian pembuluh darah dan merawat fasilitas ELF yang memanaskan mater...
Satelit NASA Rekam Erupsi Anak Krakatau, Abu Capai 15 Km
Satelit merekam erupsi Anak Krakatau pada 5 Sept 2026 dengan kolom abu hingga 15 km; delapan bandara sempat...