Merkurius Menyusut Lebih Cepat, Inti Planet Terungkap
Penelitian terbaru menemukan bahwa Merkurius menyusut lebih cepat dari perkiraan, sekitar 10–30% lebih tinggi dari estimasi sebelumnya, dengan total penyusutan diameter hampir 19 kilometer. Temuan ini, dipublikasikan pada 11 September 2026, menunjukkan interior planet mengalami pendinginan sehingga permukaan mengerut dan membentuk struktur geologi khas.
Inti temuan
Para peneliti mengukur tingkat penyusutan dengan menggabungkan peta geologi klasik dan data baru tentang kekasaran permukaan Merkurius. Analisis menunjukkan wilayah dengan permukaan paling kasar justru menampilkan lebih sedikit kerutan dan tebing patahan—indikator bahwa material tumbukan menutupi bukti penyusutan.
Bagaimana penyusutan terdeteksi
Penyusutan planet terjadi saat bagian dalam kehilangan panas dan mengerut. Kontraksi ini lalu memicu pembentukan punggungan, kerutan, dan tebing patahan di kerak planet. Namun proses pendeteksian dihalangi oleh banyaknya kawah dan deposit material dari tumbukan asteroid yang menutupi struktur tersebut.
Dengan memetakan bentuk dan kekasaran permukaan secara menyeluruh, tim peneliti dapat membedakan area yang menunjukkan tanda-tanda kontraksi dari area yang terlapisi material tumbukan. Hasil penggabungan data inilah yang mendorong revisi estimasi penyusutan naik antara 10% hingga 30% dari angka sebelumnya.
Implikasi bagi pemahaman inti Merkurius
Tingkat penyusutan yang lebih besar memberi petunjuk penting tentang ukuran dan komposisi inti planet. Data ini membantu ilmuwan menaksir ukuran inti logam, kandungan unsur ringan, serta suhu awal Merkurius saat terbentuk.
Secara khusus, penyusutan lebih besar bisa mengindikasikan inti logam yang lebih besar, kandungan unsur ringan seperti silikon yang lebih sedikit, atau suhu awal yang lebih tinggi. Semua kemungkinan ini akan mengubah model evolusi Merkurius sejak masa awal Tata Surya ketika tumbukan antarbatuan dan asteroid membentuk planet.
Arah penelitian selanjutnya
Temuan ini membuka jalan bagi studi lanjut yang menggabungkan data geofisika dan model termal interior planet. Dengan pemahaman penyusutan yang semakin presisi, para ilmuwan dapat menyempurnakan perkiraan ukuran inti dan sejarah termal Merkurius.
Selain itu, pemetaan lebih detail terhadap lapisan hasil tumbukan di berbagai wilayah akan membantu mengungkap struktur yang saat ini tertutup, sehingga kronologi kontraksi planet dapat disusun lebih akurat.
Kesimpulan: Penyusutan Merkurius yang lebih cepat dari perkiraan memperkaya wawasan tentang struktur dalam planet dan memberi petunjuk baru mengenai komposisi inti serta kondisi awal pembentukannya.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Telkomsat Luncurkan VSAT STAR, Jaga Konektivitas Kapal di Tengah Laut
Telkomsat meluncurkan VSAT STAR, layanan satelit hingga 200 Mbps per site untuk menjaga konektivitas kapal t...
NASA Bentuk Akademi Antariksa AS, 300 Siswa Ditargetkan 2028
NASA mulai membentuk United States Space Academy; 300 siswa pertama direncanakan menempati fasilitas sementa...
Satelit NASA Rekam Badai Debu di Mali, Partikel Meluas ke Atlantik
Satelit Terra NASA merekam badai debu di Mali pada 5 September 2026; partikel bergerak ke barat hingga Samud...
Chandra Temukan 84 Hypersoft X-ray, Buka Dua Misteri Kosmik
Chandra menemukan 84 hypersoft X-ray yang memancarkan sinar-X rendah dan UV kuat, berpotensi menjawab mister...
Astronaut ISS Teliti Aliran Darah dan Panaskan Material 2.000°C
Awak Ekspedisi 75 di ISS melakukan pemindaian pembuluh darah dan merawat fasilitas ELF yang memanaskan mater...
Satelit NASA Rekam Erupsi Anak Krakatau, Abu Capai 15 Km
Satelit merekam erupsi Anak Krakatau pada 5 Sept 2026 dengan kolom abu hingga 15 km; delapan bandara sempat...