Ekonomi

KAI Kembangkan Peran Stasiun, Layani 351,6 Juta Penumpang

Bagikan:
Stasiun KAI dengan penumpang menunggu kereta di peron

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan layanan 351.602.397 pelanggan pada periode Januari–Agustus 2026, naik 7,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data itu dirilis manajemen pada Kamis, 10 September 2026, dan menunjukkan lonjakan layanan pada segmen publik.

Data penumpang dan kontribusi layanan PSO

KAI mencatat porsi terbesar datang dari layanan Public Service Obligation (PSO) dan perintis. Total pelanggan dari segmen ini mencapai 317,7 juta orang, atau setara dengan 90,29 persen dari keseluruhan volume penumpang.

Kenaikan volume 7,09 persen mencerminkan pemulihan dan permintaan perjalanan antarkota yang kian kuat sejak awal tahun. Manajemen menyebut angka ini sebagai tolok ukur efektivitas jaringan dan layanan publik yang terus dikembangkan.

Pengembangan stasiun berbasis TOD

KAI mengadopsi konsep pengembangan kawasan stasiun berbasis Transit Oriented Development (TOD), mencontoh integrasi moda sekaligus pusat kegiatan dari kota-kota besar seperti Tokyo, London, dan Paris. Tujuan utamanya memadukan simpul transportasi publik dengan pusat ekonomi perkotaan untuk meningkatkan aksesibilitas.

Strategi ini selaras dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang menjadi pedoman operasional KAI ke depan.

Stasiun strategis dan penguatan konektivitas

Beberapa stasiun disebut memiliki peran kunci dalam jaringan nasional. Antara lain:

  • Stasiun Lubuk Linggau dan Stasiun Tebing Tinggi memperkuat konektivitas di Pulau Sumatera.
  • Stasiun Madiun menyimpan peran historis penting dalam perkembangan industri perkeretaapian nasional.
  • Stasiun Ketapang Banyuwangi menjadi pintu gerbang mobilitas dari Jawa Timur menuju Bali.
  • Jalur Stasiun Cikampek menghubungkan kawasan industri strategis di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Peningkatan fungsi stasiun diharapkan tidak hanya memperkuat arus penumpang, tetapi juga menstimulus aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Kebijakan manajemen dan arah pengembangan

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan komitmen pengembangan stasiun sebagai bagian dari perjalanan kota dan mobilitas masyarakat. Dia menyatakan bahwa kebijakan operasional KAI berpedoman pada RJPP yang berkelanjutan.

Kereta api memiliki perjalanan panjang bersama berbagai kota di Indonesia. Setiap stasiun menyimpan cerita mengenai mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, dan perkembangan daerah. Ke depan, KAI terus mengembangkan layanan perkeretaapian yang semakin terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kawasan

Lebih lanjut, Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menekankan sejarah panjang jaringan rel yang telah menghubungkan mobilitas masyarakat selama 159 tahun.

Dari jejak sejarah hingga arah masa depan, KAI terus mengembangkan peran stasiun sebagai bagian dari perjalanan kota dan mobilitas masyarakat Indonesia

Implikasi dan prospek

Optimalisasi stasiun dan integrasi moda diharapkan meningkatkan efisiensi perjalanan antarkota serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ke depan, fokus KAI adalah memperluas integrasi TOD dan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan mobilitas publik yang terus berubah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait