IHSG Turun ke 6.589,34 di Tengah Kenaikan Harga Minyak
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada penutupan sesi perdagangan Kamis, 10 September 2026. IHSG turun 88,86 poin atau 1,33% ke level 6.589,34 setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari.
Ringkasan Pergerakan Pasar
IHSG dibuka pada level 6.688,17 dan sempat mencapai titik tertinggi di 6.712,50 sebelum berbalik arah menuju penutupan. Mayoritas saham mengalami koreksi; tercatat 516 saham turun, 150 saham naik, dan 127 saham stagnan.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp21,04 triliun. Volume perdagangan mencapai sekitar 47,115 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi lebih dari 2,644 juta kali.
Sentimen Global: Harga Minyak dan Geopolitik
Salah satu tekanan utama datang dari pasar energi global. Harga minyak mentah Brent menembus level USD100 per barel karena meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kenaikan minyak menjadi sentimen negatif karena meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan biaya produksi perusahaan. Hal ini mendorong investor untuk mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk saham.
Sentimen Domestik: Keyakinan Konsumen dan Penjualan
Dari sisi domestik ada beberapa berita positif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia naik ke 118,5 pada Agustus 2026, dari 116,8 pada Juli 2026. Ini adalah kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir.
Kinerja ekonomi juga menunjukkan perbaikan pada beberapa sektor. Indeks Produksi Riil (IPR) tumbuh 1,1% secara tahunan pada Juli 2026, pulih dari kontraksi 3,0% sebelumnya. Namun, penjualan eceran mencatat kontraksi bulanan 0,1% pada Juli, dipengaruhi normalisasi permintaan pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional dan libur sekolah.
Proyeksi Analis
Para analis memperkirakan pergerakan IHSG berpotensi terbatas dan rawan fluktuasi seiring sentimen global yang kuat. Tim analis menyebut adanya kecenderungan pergerakan sideways pada kisaran 6.600-6.700.
"Secara teknikal, IHSG diprakirakan bergerak sideways pada kisaran 6.600-6.700," kata tim analis Phintraco Sekuritas.
Secara keseluruhan, pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati hingga ada penurunan tekanan geopolitik atau data ekonomi domestik yang lebih kuat. Investor dianjurkan memantau pergerakan harga minyak dan indikator konsumsi sebagai penentu sentimen jangka pendek.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Melemah 0,14% pada Jeda Siang 10 September 2026
IHSG turun 0,14% ke 6.668,52 pada jeda siang 10 Sep 2026, terdorong kenaikan harga minyak Brent dan sentimen...
IHSG Dibuka Menguat ke 6.688,17 pada 10 September 2026
IHSG dibuka menguat ke 6.688,17 pada 10 September 2026, didorong sektor teknologi dan energi serta sentimen...
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 & UBS Naik 10 Sep 2026
Emas Galeri24 naik Rp14.000/gram jadi Rp2.587.000 dan UBS naik Rp15.000/gram jadi Rp2.600.000 pada 10 Sep 20...
Harga Emas Antam Naik Rp15.000, 1 Gram Rp2.625.000
Harga emas Antam naik Rp15.000 per gram menjadi Rp2.625.000 pada 10 September 2026; rincian harga per berat...
Sharp: 'Every Customer Matters' Tegaskan Komitmen pada Pelanggan
Sharp luncurkan kampanye Every Customer Matters pada 9 Sept 2026 untuk menegaskan fokus layanan, produk loka...
LPDB Koperasi Perkuat Mitigasi Risiko Hukum untuk Dana Bergulir
LPDB Koperasi menggelar FGD di Bandung (9/9/2026) untuk memperkuat kepastian hukum dan mitigasi risiko dalam...