IHSG Dibuka Menguat ke 6.688,17 pada 10 September 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 6.688,17 pada Kamis, 10 September 2026, naik 0,28 persen dari penutupan sebelumnya. Penguatan pagi ini didorong oleh kenaikan beberapa sektor, volume perdagangan yang tinggi, dan sentimen eksternal terkait harga minyak serta imbal hasil obligasi AS.
Pergerakan pasar pagi
Pada pukul 09.05 WIB, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.703 atau naik 0,38 persen. Perdagangan dibuka dengan volume sebesar 3,78 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp2,48 triliun. Dari 688 saham yang diperdagangkan, tercatat:
- 297 saham naik
- 163 saham turun
- 228 saham stagnan
Sektor penggerak
Ada delapan indeks sektoral yang menopang penguatan IHSG pagi ini. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar adalah:
- Sektor teknologi: +1,30%
- Sektor energi: +1,03%
- Sektor basic materials: +0,59%
Prakiraan teknikal
Tim analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG cenderung terbatas hari ini. Mereka melihat pergerakan indeks berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.600–6.700.
"Secara teknikal, IHSG hari ini diprakirakan bergerak sideways pada kisaran 6.600-6.700. Naik turun IHSG hari ini kemungkinan tidak terlalu tajam."
Faktor eksternal dan kebijakan fiskal
Bursa Asia dilaporkan memberi tekanan pada perdagangan regional pagi ini. Investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko karena harga minyak Brent bertahan di atas USD100 per barel di tengah ketegangan di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury menjadi sorotan pasar.
"Kenaikkan harga minyak ditambah dengan naiknya imbal hasil US Treasury, merupakan kombinasi yang sulit diabaikan pelaku pasar dan investor yang semakin sensitif," ujar tim Pilarmas Investindo.
Pemerintah menargetkan rasio utang terhadap PDB berada pada 40,31–40,64 persen pada 2027. Proyeksi yield SBN 2027 diperkirakan di kisaran 6,5–7,3 persen dengan asumsi pendalaman pasar SBN domestik mencapai 100 persen.
Peningkatan basis investor SBN ritel disebut memperkuat pembiayaan domestik dan mengurangi ketergantungan pada investor asing. Tim Pilarmas pun mengingatkan pentingnya menjaga ruang fiskal.
"Namun ruang fiskal tetap perlu dijaga. Supaya peningkatan utang tidak menekan beban bunga dan belanja produktif pemerintah," tambah tim Pilarmas.
Outlook
Dengan tekanan dari harga minyak dan imbal hasil global, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam jangka pendek. Investor akan terus memantau perkembangan geopolitik dan data pasar obligasi yang dapat memengaruhi sentimen perdagangan selanjutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Pemerintah Bentuk Satgas KDMP untuk Perkuat Peran Koperasi
Pemerintah membentuk Satgas KDMP pada 10 Sept 2026 untuk optimalkan Koperasi Desa Merah Putih dan atur mekan...
Indonesia Targetkan Bursa Komoditas Nasional Jadi Penentu Harga
Sarjito menargetkan pembentukan bursa komoditas nasional untuk menjadikan Indonesia penentu harga komoditas...
IHSG Diprediksi Sideways di 6.600-6.700, Tertekan Harga Minyak
IHSG diperkirakan bergerak 'sideways' di 6.600–6.700 pada 10 Sept 2026, tertekan kenaikan harga minyak Brent...
OJK Percepat Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
OJK percepat pembentukan BMKS dengan target POJK awal 10 Sept dan pengundangan 17 Sept 2026, langkah bertaha...
PPATK-KSEI Perkuat Integritas Pasar Modal Indonesia
PPATK dan KSEI teken MoU 8 Sept 2026 di BEI untuk memperkuat integritas pasar modal melalui koordinasi, pert...
UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi USD333 Juta hingga Juli 2026
Program UMKM BISA Ekspor mencatat transaksi USD333 juta pada Januari–Juli 2026, naik signifikan dari USD134,...