KemenEkraf Siapkan Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan Hollywood
Kementerian Ekonomi Kreatif dan perwakilan Indonesia di Amerika Serikat membuka peluang kerja sama dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC) untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif. Pembahasan berlangsung di kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa, 8 September 2026, dan menyiapkan penandatanganan MoU pada WCCE 2026 sebagai tindak lanjut.
Rencana MoU dan cakupan kerja sama
Rencana kerja sama akan dituangkan melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) antara kedua pihak. Penandatanganan ditargetkan berlangsung di sela-sela World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 atau melalui mekanisme lain yang disepakati.
Menurut Kementerian, kerja sama tersebut akan mencakup beberapa bidang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi kreatif Indonesia dan Amerika Serikat.
Bidang strategis
- Pengembangan ekonomi kreatif
- Film, televisi, dan produksi media
- Investasi dan perdagangan
- Perlindungan kekayaan intelektual
- Teknologi dan inovasi
- Kegiatan unggulan dan program bersama
- Kolaborasi ekonomi kreatif di tingkat global
Data ekspor dan potensi pasar AS
Berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Ekonomi Kreatif, ekspor sektor kreatif Indonesia ke Amerika Serikat pada periode Januari–April 2026 mencapai 3,31 miliar dolar AS. Sub sektor fesyen menjadi kontributor terbesar.
| Subsektor | Nilai Ekspor (Januari–April 2026) |
|---|---|
| Fesyen | 2,80 miliar dolar AS |
| Kriya | 0,48 miliar dolar AS |
| Kuliner | 15,55 juta dolar AS |
Kolaborasi yang telah berjalan
Kerja sama Indonesia–AS pada sektor ekonomi kreatif sebelumnya sudah mencakup sejumlah program dan inisiatif.
- US Business for Indonesia: Creative Economy Forum 2025
- Workshop perlindungan kekayaan intelektual tingkat internasional
- Hackathon AI for Creative Economy bersama Amazon Web Services
- Pengembangan talenta digital bersama Microsoft Indonesia
Pernyataan pejabat
"Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak di Amerika Serikat untuk memperkuat ekosistem. Seluruh direktorat siap menindaklanjuti kerja sama dengan mitra Amerika Serikat untuk memperkuat ekonomi kreatif nasional,"
— Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif. Sumber pernyataan tersedia di Kementerian Ekonomi Kreatif.
"Kami berharap kedua negara dapat mengidentifikasi peluang kolaborasi dan mengembangkan kerja sama konkret untuk memajukan ekonomi kreatif nasional bersama,"
— Dwisuryo Indroyono Soesilo, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat.
Impak dan prospek
Kerja sama dengan HCC diharapkan membuka akses pasar, memperbesar aliran investasi, memperkuat adopsi teknologi, dan meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Persiapan penandatanganan MoU dan perumusan dokumen kerja sama akan ditinjau lebih lanjut sebelum pembahasan teknis bersama pihak terkait.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pintu Futures Catat Lonjakan Volume Trading Pengguna Baru 200%
Pintu Futures mencatat lonjakan volume trading pengguna baru lebih dari 200% setelah meluncurkan Pintu Futur...
Harga Emas Pegadaian Turun: Galeri24 & UBS Melemah
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melemah pada 11 Sept 2026; Galeri24 turun Rp37.000/gram, UBS turun...
Furnitur Indonesia Catat Potensi USD2,26 Juta di INDEXPLUS India
Paviliun Indonesia di INDEXPLUS 2026 New Delhi mencatat potensi transaksi USD2,26 juta dan realisasi awal US...
IHSG Melemah ke 6.552, Pasar Cermati Lonjakan Harga Minyak
IHSG dibuka melemah ke 6.552 pada 11 Sep 2026; pasar mencermati lonjakan harga minyak, data ritel, dan tekan...
Rupiah Melemah Tertekan Rebound Dolar AS dan Lonjakan Minyak
Rupiah melemah 0,35% ke Rp17.608 per dolar AS pada pembukaan 11 Sept 2026, tertekan penguatan dolar akibat n...
Harga Emas Antam Turun Rp25.000, Jadi Rp2,6 Juta (11 Sept 2026)
Harga emas Antam turun Rp25.000 per gram pada 11 Sept 2026, menjadi Rp2.600.000 per gram; buyback Rp2.450.00...