Midea Catat Produksi 3 Juta Unit dan Resmikan Pabrik Cikarang
Midea Electronics Indonesia mencatat produksi 3 juta unit dan meresmikan pabrik Residential Air Conditioner di Cikarang, Jawa Barat, Rabu, 9 September 2026. Peresmian dan capaian ini menunjukkan upaya memperkuat kapasitas manufaktur lokal dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar regional dan global.
Peresmian pabrik dan rangkaian acara
Peresmian berlangsung di fasilitas Air Conditioner Midea di Cikarang. Acara diisi tur fasilitas produksi untuk melihat langsung proses manufaktur dan dihadiri pejabat pemerintahan serta manajemen perusahaan.
Hadir dalam acara antara lain Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto, Plt. Direktur Industri Elektronika dan Telematika Rifqi Ansari, serta jajaran manajemen Midea.
Pencapaian produksi dan rincian
Midea menjabarkan komposisi produksi yang mencapai total 3 juta unit. Angka ini mencakup berbagai kategori produk yang diproduksi di fasilitas-fasilitasnya di Indonesia.
| Produk | Jumlah (unit) |
|---|---|
| Air Conditioner | 2.250.000 |
| Refrigerator | 1.000.000 |
| Mesin Cuci | 367.500 |
"Pencapaian 3 juta unit merupakan milestone penting dalam perjalanan manufaktur Midea di Indonesia. Kami akan terus berinvestasi, memperkuat produksi lokal, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri manufaktur Indonesia."
— Jack Ding, Presiden Direktur Midea Electronics Indonesia.
Perluasan fasilitas dan rencana produksi
Sejak 2023, Midea memperluas investasi manufakturnya. Fasilitas Residential AC di Cikarang berdiri di lahan seluas 51.405 meter persegi dan luas bangunan yang awalnya sekitar 13.000 m2 akan dikembangkan menjadi 43.000 m2.
- Pabrik AC di Cikarang: lahan 51.405 m2; bangunan dikembangkan dari 13.000 m2 ke 43.000 m2.
- Pabrik mesin cuci: fasilitas 17.000 m2, mulai dari produksi Twin Tub Washing Machine dan rencana perluasan untuk Top Loading.
- Pabrik refrigerator di Karawang: lahan lebih dari 150.000 m2 untuk berbagai kategori seperti side-by-side, double door, single door, dan chest freezer.
Dampak terhadap ekspor dan industri nasional
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyatakan capaian ini memperkuat industri elektronika nasional dan mendorong ekspor. Hingga 2026, Midea telah mengekspor sekitar 2 juta unit ke negara-negara di ASEAN dan Amerika Utara.
"Pada kesempatan hari ini, kita menyaksikan bersama pencapaian produksi 3 juta unit produk, yang terdiri atas 2,25 juta unit produk air conditioner, 1 juta unit produk refrigerator, dan 367.500 unit produk mesin cuci. Sekaligus, acara peresmian pabrik Midea Indonesia untuk Air Conditioner dan Refrigerator."
— Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian.
"Kami akan terus memperkuat investasi dan produksi lokal dan meningkatkan penggunaan pemasok dalam negeri. Serta, menjalankan operasional yang aman, patuh terhadap regulasi, dan berkelanjutan untuk memberikan kontribusi positif bagi Indonesia."
— Ma Kai, President Residential Air Conditioner PT Jaya Refrigeration Equipment.
"Ekspansi investasi seperti ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing produk yang diproduksi di dalam negeri."
— Darmadi Durianto, Anggota Komisi VI DPR RI.
Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha kondusif melalui kebijakan seperti penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib dan penegakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sehingga investasi seperti Midea dapat memperkuat ekosistem manufaktur dan meningkatkan nilai tambah industri lokal.
Dengan penguatan kapasitas dan ekspor, Midea menargetkan Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai salah satu basis produksi penting untuk melayani kebutuhan pasar regional dan global.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Harga Emas Pegadaian Turun: Galeri24 & UBS Melemah
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melemah pada 11 Sept 2026; Galeri24 turun Rp37.000/gram, UBS turun...
Furnitur Indonesia Catat Potensi USD2,26 Juta di INDEXPLUS India
Paviliun Indonesia di INDEXPLUS 2026 New Delhi mencatat potensi transaksi USD2,26 juta dan realisasi awal US...
IHSG Melemah ke 6.552, Pasar Cermati Lonjakan Harga Minyak
IHSG dibuka melemah ke 6.552 pada 11 Sep 2026; pasar mencermati lonjakan harga minyak, data ritel, dan tekan...
Rupiah Melemah Tertekan Rebound Dolar AS dan Lonjakan Minyak
Rupiah melemah 0,35% ke Rp17.608 per dolar AS pada pembukaan 11 Sept 2026, tertekan penguatan dolar akibat n...
Harga Emas Antam Turun Rp25.000, Jadi Rp2,6 Juta (11 Sept 2026)
Harga emas Antam turun Rp25.000 per gram pada 11 Sept 2026, menjadi Rp2.600.000 per gram; buyback Rp2.450.00...
IHSG Diprakirakan Melemah Hari Ini, Tertekan Minyak dan Suku Bunga
IHSG diperkirakan melemah hari ini karena kenaikan harga minyak dan prospek suku bunga, disertai net sell as...