IDAI: Keamanan Pangan MBG Harus Diperketat
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Seruan IDAI dan rekomendasi teknis
IDAI menilai keamanan pangan harus menjadi prioritas utama penyelenggaraan MBG. Organisasi itu menekankan bahwa makanan yang dibagikan harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat sebelum sampai ke anak.
Sejak awal kami IDAI sudah selalu ribut, selalu konsen masalah food safety atau standar keamanan pangan pada program MBG ini. Bagi kami, makanan yang dibagikan harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat
Piprim Basarah Yanuarso, Ketua IDAI, mengusulkan agar penyediaan MBG dilakukan melalui kantin sekolah. Menurutnya, konsep kantin memungkinkan makanan tetap hangat dan menu lebih mudah disesuaikan dengan selera anak, sehingga risiko kontaminasi dapat berkurang.
Prioritas penerima dan perhatian pada daerah 3T
IDAI mendorong agar pelaksanaan MBG kembali memprioritaskan anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sesuai konsep awal program. Organisasi itu menilai prioritas pada 3T sejalan dengan tujuan program untuk menanggulangi malnutrisi di daerah yang paling membutuhkan.
Bagi orang lain mungkin satu anak itu hanya sekadar angka, bahkan ada yang bilang 0,07 persen dari sekian juta anak. Tapi bagi keluarganya, anak itu bukan berupa angka. Anak yang keracunan itu bagi keluarganya segala-galanya
Dampak kesehatan dan kebutuhan evaluasi
Piprim mengingatkan bahwa efek keracunan makanan bukan sekadar insiden sementara. Ia menyebut adanya laporan keluarga yang melihat penurunan kondisi dan kemunduran fungsi kognitif anak setelah mengalami keracunan.
Kita bisa melihat kesedihan seorang ibu ketika anaknya mengalami kemunduran luar biasa setelah keracunan makanan. Dampaknya terlihat pada fungsi-fungsi kognitif dan kondisi kesehatan anak
Berdasarkan hal tersebut, IDAI meminta dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengadaan, pengolahan, dan distribusi MBG. Penguatan standar dan pengawasan dianggap penting untuk mencegah risiko yang dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan anak.
Konteks dan langkah selanjutnya
Permintaan IDAI ini menegaskan urgensi menjaga kualitas makanan dalam program sosial yang menyasar anak. Implementasi rekomendasi seperti penggunaan kantin sekolah dan fokus pada wilayah 3T perlu dikaji bersama pihak terkait untuk memastikan keselamatan pangan.
Langkah penguatan standar keamanan pangan dan evaluasi berkala menjadi kunci untuk melindungi kesehatan anak penerima MBG dan mencegah kerugian kesehatan jangka panjang.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
RSCM Kencana Sukses Operasi Ginekologi Jarak Jauh
RSCM Kencana sukses melakukan operasi ginekologi jarak jauh pada 6 Sept 2026, disiarkan ke konferensi intern...
DWP dan Bio Farma Dorong Deteksi Dini Kanker Payudara
DWP bersama Bio Farma meluncurkan program "DWP Sehat" (9 Sept 2026) untuk dorong vaksinasi HPV, mammografi,...
Apa Itu Eksim: Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasi
Eksim adalah peradangan kulit yang menyebabkan kemerahan, kering, dan gatal; umumnya tidak menular dan serin...
Bio Farma Kantongi Izin BPOM untuk Vaksin Bayi Bio-RV
Bio Farma resmi kantongi NIE BPOM untuk vaksin rotavirus Bio-RV, diberikan sejak 0–5 hari untuk mencegah dia...
Risiko Minum Teh Langsung Setelah Makan dan Saran Aman
Minum teh langsung setelah makan dapat mengganggu penyerapan zat besi dan menimbulkan keluhan pencernaan; be...
BPJS Kesehatan Ukur Standar Layanan CX126 di 126 Cabang
BPJS Kesehatan mengukur standar layanan CX126 di 126 kantor cabang untuk mengidentifikasi dan mereplikasi pr...