Percepat Reaktivasi Sumur Idle untuk Perkuat Ketahanan Energi
Reaktivasi sumur minyak idle didorong berjalan lebih cepat untuk menambah produksi minyak domestik dan memperkuat ketahanan energi. Pernyataan itu disampaikan oleh Insinyur Praktisi Energi Hulu Luqman Saifudin pada Sabtu, 12 September 2026, terkait program Kemitraan Idle Wells Batch 2 yang disosialisasikan sejak September 2025.
Progres program dan jadwal
Program Kemitraan Idle Wells Batch 2 disosialisasikan oleh Pertamina Hulu Energi bersama Kementerian ESDM dan SKK Migas pada September 2025, dihadiri lebih dari 200 praktisi dan 91 calon mitra. Saat ini proses seleksi calon mitra masih berlangsung.
Evaluasi proposal teknis dan klarifikasi dilakukan Agustus hingga September 2026. Penandatanganan perjanjian kerja sama diproyeksikan pada Oktober 2026, setelah penyusunan key terms dan konsinyering.
Pekerjaan teknis setelah penandatanganan
Luqman menekankan bahwa penandatanganan kerja sama bukan akhir proses. Masih diperlukan serangkaian pekerjaan teknis sebelum sumur kembali memproduksi minyak.
- Mobilisasi rig
- Well service dan workover
- Re-perforation
- Pekerjaan pendukung lain
Risiko jika reaktivasi tertunda
Menurut Luqman, keterlambatan reaktivasi meningkatkan risiko kerusakan fisik pada sumur. Kondisi ini bisa menaikkan biaya ketika pekerjaan reaktivasi dilakukan nanti.
- Korosi casing
- Pembentukan scale dan parafin
- Kepasiran
Kondisi tersebut juga berpotensi menurunkan minat calon mitra dan investor yang telah menyiapkan modal kerja.
Usulan percepatan dan tata kelola
Luqman mengusulkan pembentukan satuan tugas khusus lintas instansi yang melibatkan Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Pertamina untuk mempercepat persetujuan kerja sama. Satgas ini diusulkan memiliki indikator jumlah sumur yang kembali berproduksi setiap kuartal.
Ia juga mendorong penerapan parallel processing agar evaluasi teknis, komersial, dan legal berjalan bersamaan. Selain itu, Luqman menyarankan fleksibilitas model bisnis dan skema komersial untuk membagi risiko secara proporsional antara operator dan mitra.
"Reaktivasi sumur idle berpotensi menjadi langkah cepat meningkatkan produksi minyak nasional. Sumur idle umumnya memiliki data reservoir, fasilitas permukaan, serta infrastruktur dasar yang mendukung pengaktifan kembali secara efisien," — Luqman Saifudin
"Ketahanan energi tidak dapat dibangun di atas nota dinas yang tertahan di meja rapat. Ketahanan energi perlu diukur dari kemampuan meningkatkan produksi minyak domestik dan menjamin pasokan bagi kilang nasional," — Luqman Saifudin
Percepatan reaktivasi sumur idle dianggap sebagai langkah pragmatis untuk mengurangi ketergantungan impor minyak dan menanggulangi risiko gangguan pasokan akibat dinamika geopolitik. Implementasi yang lebih cepat harus tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp4.000 per Gram, Ini Rinciannya
Harga emas Antam naik Rp4.000/gram pada 12 September 2026; 1 gram kini Rp2.604.000 dengan buyback Rp2.600.00...
TPS3R Guwosari Kelola 4,5 Ton Sampah dan Serap 27 Pekerja
TPS3R Guwosari mengelola 4,5 ton sampah per hari dan menyerap 27 pekerja lewat program Go Sari yang dibina P...
Kunjungan Lawang Sewu Tembus 1,63 Juta hingga Agustus 2026
Lawang Sewu mencatat 1.636.638 kunjungan sejak 2024 hingga Agustus 2026; data lengkap, arus penumpang stasiu...
Rupiah Melemah 64 Poin, Ditutup Rp17.611 di Tengah Ketegangan
Rupiah ditutup melemah 64 poin ke Rp17.611 karena ketegangan Timur Tengah dan prospek inflasi AS yang memper...
IHSG Melemah 0,73% pada Penutupan Jumat, Sentimen Global Tekan
IHSG ditutup melemah 0,73% ke 6.541,37 pada 11 Sep 2026, terdampak sentimen geopolitik dan lonjakan imbal ha...
KemenEkraf Siapkan Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan Hollywood
Kementerian Ekonomi Kreatif menjajaki kerja sama dengan Hollywood untuk MoU pada WCCE 2026, mencakup film, i...