Kunjungan Lawang Sewu Tembus 1,63 Juta hingga Agustus 2026
Lawang Sewu di kawasan Tugu Muda Semarang mencatat total kunjungan 1.636.638 orang sejak 2024 hingga Agustus 2026. Data menunjukkan destinasi bersejarah itu menjadi magnet edukasi perkeretaapian bagi masyarakat luas.
Detail kunjungan per tahun
Rangkaian data menunjukkan pola kunjungan selama tiga tahun terakhir. Perinciannya sebagai berikut:
- 2024: 639.091 wisatawan
- 2025: 620.550 wisatawan
- Januari–Agustus 2026: 376.997 wisatawan
Arus penumpang stasiun terkait
Aktivitas perkeretaapian turut tinggi di stasiun-stasiun utama Semarang. Stasiun Semarang Tawang melayani total 1.262.315 penumpang pada Januari–Agustus 2026, dengan rincian 628.946 naik dan 633.369 turun. Sementara itu, Stasiun Semarang Poncol mencatat 1.867.005 pergerakan penumpang dalam periode sama, terdiri dari 902.984 naik dan 964.021 turun.
Statistik pariwisata kota
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang merilis data pelancong 2024 sebanyak 7.345.373 orang. Angka tersebut terbagi menjadi 7.321.077 wisatawan nusantara dan 24.296 wisatawan mancanegara.
Sejarah bangunan
Bangunan Lawang Sewu dibangun sebagai kantor pusat perusahaan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Pembangunan dimulai pada 1904 dan rampung pada 1907 untuk menunjang perkembangan jaringan kereta api di wilayah tersebut.
Keterangan dari KAI
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menjelaskan bahwa ciri khas arsitektur Lawang Sewu berkontribusi pada nama bangunan tersebut. Ia menekankan peran situs ini dalam melestarikan sejarah perkeretaapian.
Perjalanan kereta api memiliki hubungan erat dengan perkembangan berbagai kota di Indonesia, termasuk Semarang. Lawang Sewu menjadi salah satu peninggalan yang menyimpan cerita perjalanan perkeretaapian dari masa lalu hingga saat ini. Masyarakat dapat mengenal sejarah tersebut melalui bangunan, koleksi, dan informasi yang tersedia saat berkunjung.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menambahkan bahwa ruang edukasi dan koleksi sejarah di Lawang Sewu sering menjadi tujuan akhir pekan warga. "Tujuannya untuk menikmati suasana sejarah sekaligus mengenal perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia," kata Wisnu Pramudya.
Implikasi dan prospek
Kunjungan yang konsisten menunjukan bahwa Lawang Sewu berperan ganda sebagai situs sejarah dan pusat edukasi transportasi. Ke depan, data kunjungan dan arus penumpang stasiun menjadi indikator penting untuk perencanaan wisata dan pengelolaan fasilitas publik di Semarang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...