Yellow Stone Management Perkuat Jaringan Bisnis di Indonesia
Yellow Stone Management Pte Ltd, perusahaan business advisory asal Singapura, resmi memperluas kehadirannya di Indonesia pada 12 September 2026. Langkah ini dilakukan untuk membuka peluang komersial baru dan memperkuat konektivitas usaha antara Indonesia, Singapura, dan negara-negara Asia Tenggara.
Alasan ekspansi dan target pasar
Direktur Yellow Stone Management, Xu Zhentao, mengatakan Indonesia dipilih karena memiliki pasar domestik besar dan prospek pertumbuhan yang kuat. Ekspansi ini bukan sekadar membuka kantor, melainkan membangun hubungan jangka panjang dengan pelaku usaha lokal dan mitra strategis.
Indonesia merupakan salah satu pasar paling menjanjikan di Asia Tenggara, dengan peluang yang besar bagi perusahaan dari berbagai sektor. Kami melihat potensi yang cukup besar untuk membangun hubungan komersial yang lebih kuat antara perusahaan Indonesia dan Singapura,
Strategi layanan dan pendekatan
Perusahaan mengusung pendekatan business advisory yang menggabungkan pemahaman pasar, jaringan bisnis, dan pengembangan hubungan. Tujuan utamanya adalah memfasilitasi perusahaan masuk ke pasar baru dengan dukungan yang relevan dan terpercaya.
Yellow Stone Management menyasar beberapa layanan inti untuk pasar Indonesia:
- Business matching untuk mempertemukan perusahaan dengan calon mitra.
- Market entry advisory untuk strategi penetrasi pasar.
- Pengembangan kemitraan strategis lintas negara antara perusahaan Indonesia dan Singapura.
Dampak bagi pelaku usaha lokal
Dengan basis di Singapura dan jaringan regional yang berkembang, Yellow Stone berharap dapat menjembatani peluang bagi perusahaan Indonesia yang ingin berekspansi ke luar negeri. Perusahaan juga akan aktif membangun relasi dengan calon klien dan pelaku usaha lokal untuk menciptakan koneksi bisnis yang berkelanjutan.
Tujuan kami bukan sekadar membangun kehadiran di pasar lain. Kami ingin membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pelaku usaha lokal dan mitra strategis, sekaligus mengembangkan jaringan yang dapat mendukung terciptanya peluang bisnis lintas negara yang bermakna,
Pandangan ke depan
Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat peran sebagai fasilitator bisnis di Asia Tenggara. Jika berhasil, langkah Yellow Stone di Indonesia dapat membuka jalur kolaborasi baru dan meningkatkan arus investasi serta kemitraan antara Indonesia dan Singapura.
Kehadiran perusahaan di pasar Indonesia dipandang sebagai peluang untuk memperkaya ekosistem bisnis regional dan membantu pelaku usaha lokal mencetak nilai komersial yang lebih besar melalui kerja sama lintas negara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp4.000 per Gram, Ini Rinciannya
Harga emas Antam naik Rp4.000/gram pada 12 September 2026; 1 gram kini Rp2.604.000 dengan buyback Rp2.600.00...
TPS3R Guwosari Kelola 4,5 Ton Sampah dan Serap 27 Pekerja
TPS3R Guwosari mengelola 4,5 ton sampah per hari dan menyerap 27 pekerja lewat program Go Sari yang dibina P...
Kunjungan Lawang Sewu Tembus 1,63 Juta hingga Agustus 2026
Lawang Sewu mencatat 1.636.638 kunjungan sejak 2024 hingga Agustus 2026; data lengkap, arus penumpang stasiu...
Rupiah Melemah 64 Poin, Ditutup Rp17.611 di Tengah Ketegangan
Rupiah ditutup melemah 64 poin ke Rp17.611 karena ketegangan Timur Tengah dan prospek inflasi AS yang memper...
IHSG Melemah 0,73% pada Penutupan Jumat, Sentimen Global Tekan
IHSG ditutup melemah 0,73% ke 6.541,37 pada 11 Sep 2026, terdampak sentimen geopolitik dan lonjakan imbal ha...
KemenEkraf Siapkan Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan Hollywood
Kementerian Ekonomi Kreatif menjajaki kerja sama dengan Hollywood untuk MoU pada WCCE 2026, mencakup film, i...