Kesehatan

LPAI Minta Media Perkuat Liputan Perlindungan Anak dari Tembakau

Bagikan:
Workshop LPAI mengenai pemberitaan perlindungan anak dari pemasaran tembakau

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) meminta media mengedepankan perspektif perlindungan anak saat memberitakan promosi dan sponsorship produk tembakau. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum LPAI Samsul Ridwan pada workshop daring yang digelar Jumat, 11 September 2026. LPAI menekankan pemberitaan harus kritis, berbasis data, dan mengutamakan keselamatan anak.

Media diminta prioritaskan kepentingan anak

Samsul menegaskan media memiliki peran strategis membentuk opini publik dan mengawal kebijakan agar berpihak pada kepentingan terbaik anak. Ia mengingatkan agar identitas, privasi, martabat, dan keselamatan anak selalu dilindungi dalam setiap liputan.

“Pemberitaan mengenai anak harus ditempatkan dalam perspektif perlindungan anak. Identitas, privasi, martabat, dan keselamatan anak harus tetap dijaga.”

Menurut Samsul, paparan, promosi, dan sponsorship produk tembakau berpotensi memengaruhi pengetahuan, sikap, persepsi, hingga perilaku anak. Oleh karena itu, perlu pengawasan regulasi dan edukasi kepada anak serta orang tua.

Data paparan pemasaran tembakau pada anak

Duta Anak 2022 Alya Eka Khairunnisa memaparkan anak dan remaja kini semakin mudah terpapar pemasaran produk tembakau. Paparan terjadi melalui berbagai saluran, dari titik penjualan hingga platform digital.

  • Titik penjualan
  • Media luar ruang
  • Media sosial dan internet

Alya menambahkan strategi promosi tembakau memanfaatkan tren yang dekat dengan anak dan remaja. Bentuknya meliputi musik, kuliner, olahraga, seni, konser, dan konten digital terselubung.

Sumber Paparan Persentase
Titik penjualan 65%
Media luar ruang 60,9%

Peran jurnalisme berbasis data

Pimpinan Redaksi Tempo, Bagja Hidayat, menekankan pentingnya jurnalisme yang berbasis data dan fakta. Ia mendorong media menjadikan isu perlindungan anak mudah dipahami publik dan terus kritis terhadap kebijakan yang berpotensi merugikan anak.

Bagja menilai pendekatan demikian penting agar pemberitaan mampu mendorong perhatian publik dan pengambil kebijakan terhadap perlindungan anak.

Kolaborasi LPAI dan media

Workshop LPAI diformulasikan sebagai ruang kolaborasi antara lembaga perlindungan anak dan media. Tujuannya meningkatkan kesadaran publik serta memperkuat pengawasan terhadap pemasaran produk tembakau.

LPAI berharap media aktif mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Perlindungan anak dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga perlindungan dan pers.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait