Reformasi KUR: Utamakan Kualitas Pembiayaan untuk UMKM
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, meminta reformasi pengelolaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menitikberatkan pada kualitas pembiayaan UMKM, bukan sekadar volume penyaluran. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kerja Komisi VII ke Kota Depok, Jawa Barat, pada Kamis, 10 September 2026. Hendry menilai pengukuran keberhasilan KUR harus beralih dari target kuantitatif ke dampak pertumbuhan usaha penerima.
Kunjungan Komisi VII dan tujuan pengawasan
Kunjungan dilakukan untuk mengawasi penyaluran KUR melalui verifikasi silang data perbankan, pemerintah, pengalaman debitur, dan temuan lapangan. Tim ingin memastikan data di bank sesuai dengan kondisi riil pelaku usaha. Hendry berharap pemeriksaan ini menghasilkan rekomendasi perbaikan tata kelola KUR secara nasional.
Paradigma pengelolaan KUR perlu bergeser
Hendry menegaskan paradigma pengelolaan KUR harus beralih dari mengejar serapan anggaran menjadi fokus pada ketepatan sasaran dan pemerataan akses. Menurutnya, kualitas pembiayaan dan pertumbuhan usaha penerima merupakan ukuran keberhasilan yang lebih relevan. Ia menekankan agar evaluasi KUR dilakukan di tingkat pelaku usaha, bukan semata di meja bank.
"Jangan mengukur keberhasilan KUR dari meja bank. Ukur dari meja pelaku usaha,"
Hambatan akses: agunan dan karakter usaha mikro
Salah satu hambatan utama adalah syarat agunan, terutama bagi pelaku usaha mikro yang belum memiliki aset fisik. Hendry menyatakan KUR di bawah Rp100 juta seharusnya tidak dibebani agunan fisik. Ia meminta pengawasan implementasi kebijakan ini agar tidak menutup akses UMKM terhadap pembiayaan.
Alternatif pembiayaan untuk ekonomi kreatif
Hendry juga mendorong pengembangan model pembiayaan yang menyesuaikan karakter usaha. Contohnya, pelaku ekonomi kreatif memiliki aset bernilai non-fisik seperti hak cipta, merek, desain, dan perangkat lunak. Skema IP-based financing dinilai patut dikembangkan sebagai alternatif untuk memperluas akses pembiayaan bagi kelompok ini.
Integrasi data dan pendampingan
Selain itu, Hendry menyoroti pentingnya integrasi data antara pemerintah dan perbankan. Dengan data terintegrasi, intervensi dapat diarahkan ke kelompok usaha yang belum memperoleh pembiayaan. Ia juga menekankan perlunya penguatan program pendampingan bagi penerima KUR agar pembiayaan benar-benar mendorong peningkatan kapasitas usaha.
"UMKM menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB Indonesia. Memastikan akses pembiayaan bagi UMKM bukan sekadar urusan perbankan, tetapi bagian dari strategi ekonomi nasional,"
Rekomendasi dan harapan
Hendry berharap hasil pengawasan di Depok menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperbaiki tata kelola KUR. Tujuannya agar pembiayaan pemerintah dapat mendorong lebih banyak usaha rakyat naik kelas. Sebab, menurutnya, ukuran keberhasilan KUR bukan hanya jumlah dana yang disalurkan, melainkan pertumbuhan usaha setelah menerima pembiayaan.
"Ukuran keberhasilan KUR bukan hanya berapa besar yang disalurkan. Yang lebih penting adalah berapa banyak usaha rakyat yang tumbuh setelah mendapatkan pembiayaan," — Hendry Munief
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...