KPP Dorong Ekspansi Usaha: Dari Laundry hingga Developer Kecil
Kredit Program Perumahan (KPP) dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperbesar kapasitas produksi dan menyerap tenaga kerja. Program pemerintah yang diluncurkan 21 Oktober 2025 itu telah menyalurkan sebagian dana kepada pelaku usaha seperti pemilik laundry dan developer kecil, dengan realisasi mencapai 65,24% dari Rencana Target Penyaluran (RTP) 2026.
Pelaku usaha mikro buka cabang berkat KPP
Salah satu penerima manfaat adalah Marlina, pemilik usaha laundry di Tangerang Selatan, yang menerima pembiayaan Rp442,5 juta dari Bank Tabungan Negara (BTN). Dana itu digunakan untuk membuka cabang kedua usahanya.
“Saya ingin membuka cabang kedua. Berkat Kredit Program Perumahan rencana membuka cabang terwujud,” kata Marlina.
Selain ekspansi usaha, Marlina menyatakan KPP membuka kesempatan kerja. Ia berencana merekrut warga sekitar untuk menambah pegawai operasional cabang baru.
Developer kecil gandakan produksi dan serap tenaga kerja
Pengembang skala kecil, Azhary Husni, Direktur Utama PT Agung Bangun Indonesia, juga merasakan manfaat program ini. Perusahaan mengajukan KPP sebesar Rp3,2 miliar untuk memperbesar kapasitas produksi perumahan.
“Sebelum KPP cair, saya cuma punya kemampuan bangun tiga hingga empat unit sebulan. Tapi setelah KPP cair, saya bisa (membangun) 10 unit sebulan,” ujar Azhary.
Dengan tingkat pekerja rata-rata empat sampai lima orang per unit rumah, pembangunan 10 unit per bulan menyerap sekitar 40-50 tenaga kerja. Azhary menyebut rekrutmen meliputi tenaga lokal dan pekerja dari luar wilayah.
Syarat pengajuan dan capaian program
Menurut penerima manfaat, persyaratan pengajuan KPP relatif mudah. Syarat yang disebut antara lain:
- Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
- Memiliki usaha yang produktif dan layak
- Usaha telah beroperasi minimal enam bulan
Pemerintah menaikkan plafon KPP tahun 2026 dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Sampai periode pelaporan, realisasi penyaluran mencapai 65,24% dari RTP sekitar Rp38,1 triliun.
Dampak dan harapan ke depan
Penerima manfaat menilai KPP tak hanya mempercepat produksi tetapi juga memberi dampak sosial melalui penciptaan lapangan kerja. Azhary memberi apresiasi atas kolaborasi pemerintah dan perbankan dalam penyelenggaraan program.
“Sangat membantu karena satu sisi kita bisa progres lebih cepat, kita bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak, dan kita bisa jualan lebih cepat,” kata Azhary.
Mereka berharap program dilanjutkan dan cakupannya diperluas agar lebih banyak pengusaha kecil dapat menikmati manfaat serupa.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...