Kesehatan

Kemenkes: Telepediatrik Perkuat, Bukan Gantikan Rujukan Pasien

Bagikan:
Peluncuran TelePediatrics dan TeleNICU di RSAB Harapan Kita, Jakarta Barat

Kementerian Kesehatantelepediatrik memperkuat proses rujukan pasien anak dengan konsultasi spesialis sebelum pemindahan. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Pelayanan Klinis Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Obrin Parulian, pada peluncuran implementasi TeleNICU & TelePediatrics di RSAB Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu, 16 September 2026. Tujuan layanan adalah memastikan penanganan sesuai kondisi klinis dan kebutuhan medis pasien, bukan menggantikan mekanisme rujukan.

Telepediatrik sebagai penguat rujukan

Layanan telepediatrik memungkinkan rumah sakit berkonsultasi dengan dokter spesialis sebelum memutuskan rujukan. Dengan demikian, keputusan rujukan didasarkan pada masukan ahli dan kemampuan fasilitas kesehatan yang merawat pasien. Telepediatrik berfungsi sebagai alat verifikasi dan stabilisasi agar pasien mendapat penanganan tepat di fasilitas terdekat bila memungkinkan.

"Jadi bukan berarti pasien tidak dirujuk. Justru manfaat telepediatrik ini rumah sakit sebagai hub akan membantu rumah sakit-rumah sakit yang tadinya mau merujuk pasien,"

Alur konsultasi dan penentuan rujukan

Obrin menjelaskan alur konsultasi dimulai dari pengajuan kasus oleh tenaga medis di rumah sakit asal. Dokter lokal akan berkonsultasi dengan spesialis terkait kondisi pasien, misalnya subspesialis jantung atau infeksi pada anak. Hasil konsultasi menentukan apakah pasien tetap ditangani di rumah sakit asal atau perlu dirujuk.

"Ketika memiliki pasien, rumah sakit akan berkonsultasi dengan dokter ahli mengenai kondisi pasien dan langkah penanganan tepat. Kami punya pasien A, kondisinya seperti ini, apa yang harus kami lakukan,"

Persiapan fasilitas rujukan dan stabilisasi pasien

Jika konsultasi menunjukkan perlu rujukan, petugas medis akan mendapatkan arahan stabilisasi sebelum pemindahan. Fasilitas penerima rujukan juga dipersiapkan untuk memastikan pemindahan berlangsung aman dan terkoordinasi. Menurut Kemenkes, pendekatan ini mengurangi risiko dan mempercepat akses penanganan lanjutan setelah pasien tiba di rujukan.

"Kalau setelah didiskusikan pasien harus dirujuk, tetap dirujuk. Tetapi sebelum dirujuk, diberikan juga arahan untuk melakukan stabilisasi dan pasien boleh dirujuk ketika kondisinya sudah seperti ini,"

Ruang lingkup: Tele-ICU pediatrik dan layanan neonatus

Layanan yang diluncurkan mencakup tele-ICU pediatrik untuk pasien anak dan layanan neonatus untuk bayi baru lahir. Kedua layanan memungkinkan konsultasi kasus kritis, termasuk bayi dengan berat lahir sangat rendah. Contoh kasus yang disorot adalah rujukan bayi prematur setelah evaluasi via telekonsultasi.

"Ketika ada kasus bayi baru lahir dengan berat badan sangat rendah, rumah sakit berkonsultasi terlebih dahulu sebelum merujuk. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan sesuai kondisi bayi dan menentukan kebutuhan rujukan secara tepat,"

Manfaat bagi pasien dan sistem kesehatan

Obrin menilai telepediatrik memberi manfaat ganda: meningkatkan kualitas perawatan di fasilitas lokal dan menjadi sarana transfer of knowledge antara rumah sakit. Dengan demikian, pasien mendapatkan perawatan yang tepat tanpa harus selalu dipindah ke fasilitas jauh.

"Bagi masyarakat ini penting, karena kalau bisa selesai di sini, kenapa harus ke tempat lain. Pasien akan mendapatkan layanan sesuai kondisi klinis dan kebutuhan medisnya di fasilitas kesehatan yang kompeten,"

Peluncuran TeleNICU & TelePediatrics merupakan langkah Kemenkes untuk memperkuat jaringan rujukan nasional dan meningkatkan kapabilitas rumah sakit daerah melalui telekonsultasi dan telementoring.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait