OJK Denda ROTI dan BNBR Total Rp1,35 Miliar
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi denda total Rp1,35 miliar kepada dua emiten besar, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) dan PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR). Keputusan itu diumumkan di Jakarta pada Rabu, 16 September 2026, menyusul temuan pelanggaran ketentuan pasar modal.
ROTI: Penunjukan KAP sebelum RUPS
ROTI dikenai denda sebesar Rp150 juta atas penunjukan Akuntan Publik (AP) atau Kantor Akuntan Publik (KAP) yang dinilai tidak sesuai mekanisme. OJK menilai penunjukan KAP untuk audit Laporan Keuangan Tahunan 2023 dan 2024 dilakukan sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
"KAP untuk audit Laporan Keuangan Tahunan 2023 dan 2024 ROTI sudah ditunjuk dan disetujui Direksi sebelum RUPST tahun buku bersangkutan diselenggarakan. Di mana penunjukan KAP wajib melalui keputusan RUPS (melanggar POJK No. 9/2023),"
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. OJK menegaskan aturan penunjukan KAP harus melalui keputusan RUPS sesuai POJK yang berlaku.
BNBR: Transaksi material tanpa persetujuan
BNBR dikenai denda jauh lebih besar, yakni Rp1,2 miliar, terkait pelanggaran aturan transaksi material. Perusahaan terkendali BNBR tercatat menerima pinjaman sebesar Rp4,81 triliun, atau setara 115,87 persen dari ekuitas BNBR.
OJK menemukan beberapa persoalan pada transaksi itu. Pertama, pemberi pinjaman berbeda dari pihak yang disetujui pemegang saham dalam RUPS. Kedua, perusahaan tidak menggunakan penilai independen untuk menilai transaksi tersebut. Ketiga, BNBR tidak melakukan keterbukaan informasi kepada publik maupun kepada OJK dan gagal mendapatkan persetujuan RUPS untuk pemberi pinjaman yang sebenarnya.
OJK menilai rangkaian tindakan BNBR tersebut melanggar Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2020, sehingga dikenakan sanksi administratif berupa denda.
Rekap sanksi OJK hingga 31 Agustus 2026
Selain kedua kasus di atas, OJK mencatat pengenaan berbagai sanksi kepada pelaku pasar hingga 31 Agustus 2026. Secara keseluruhan terdapat 1.277 sanksi administratif, larangan, dan/atau perintah tertulis.
- 93 sanksi berkaitan pelanggaran peraturan pasar modal.
- Total denda administratif mencapai Rp73,99 miliar.
- 8 peringatan tertulis dan 5 perintah tertulis.
- 10 larangan dan 6 pembekuan izin terhadap pelaku pasar.
OJK menyatakan penetapan sanksi tersebut merupakan bagian dari pengawasan berkelanjutan untuk menjamin kepatuhan aturan pasar modal dan keterbukaan informasi oleh emiten.
Implikasi dan langkah ke depan
Sanksi yang dijatuhkan memberikan sinyal tegas dari regulator agar emiten mengikuti prosedur tata kelola dan keterbukaan informasi. Emiten diharapkan menyesuaikan praktik internal, termasuk mekanisme penunjukan KAP dan tata cara transaksi material yang melibatkan pihak ketiga.
Untuk informasi lebih lanjut tentang peraturan dan ketentuan OJK, pembaca dapat mengunjungi situs resmi Otoritas Jasa Keuangan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...