Kesehatan

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi setelah Kandungan Tidak Sesuai

Bagikan:
Ilustrasi beras fortifikasi dan label informasi gizi

Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi pada 15 September 2026 setelah pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian antara klaim pada kemasan dan kandungan nyata produk. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, memerintahkan penarikan, pencabutan izin, dan pemrosesan hukum terhadap produk bermasalah.

Penarikan produk dan penyelidikan polisi

Pemerintah sudah memerintahkan penarikan seluruh produk yang dinyatakan bermasalah. Langkah ini diambil untuk melindungi konsumen dan menegakkan kepatuhan terhadap ketentuan fortifikasi pangan.

"Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya. Yang ketiga diproses,"

Satgas Pangan Polri kini mendalami dugaan pelanggaran terhadap 25 merek tersebut. Penyidikan bertujuan menentukan bentuk pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab, serta unsur pidana jika ditemukan bukti penipuan.

"Kami menilai bahwa kejahatan di bidang pangan ini sama pangkatnya dengan kejahatan di bidang kemanusiaan. Karena masalah pangan ini menyangkut hajat hidup orang banyak,"

Apa itu makanan fortifikasi?

Fortifikasi adalah proses penambahan zat gizi tertentu ke dalam produk pangan. Tujuannya bisa untuk menambah asupan mikronutrien atau mengembalikan nutrisi yang hilang selama pengolahan.

Produk yang biasa difortifikasi meliputi:

  • Susu
  • Tepung terigu
  • Garam
  • Minyak goreng
  • Beras

Jenis zat gizi yang ditambahkan umumnya termasuk mikronutrien seperti:

  • Zat besi pada tepung terigu
  • Vitamin A pada minyak goreng
  • Yodium pada garam

Manfaat dan catatan bagi konsumen

Fortifikasi membantu kelompok rentan—anak-anak, ibu hamil, lansia—mendapat asupan gizi yang diperlukan. Di Indonesia, program fortifikasi ditujukan untuk membantu menurunkan angka stunting, kekurangan gizi, dan defisiensi yodium.

Namun, konsumen perlu tetap berhati-hati. Beberapa produk fortifikasi mengalami proses pengolahan panjang sehingga kandungan gula, lemak, atau natrium bisa tinggi. Oleh karena itu pola makan yang bervariasi dan seimbang tetap penting.

Langkah hukum dan prospek pengawasan

Pemerintah menyatakan akan menindak pelaku pemalsuan jika penyelidikan menemukan unsur pidana. Tindakan ini dimaksudkan memberi kepastian hukum dan melindungi hak konsumen terhadap keamanan pangan.

Kejadian ini juga mendorong penguatan pengawasan mutu dan labelisasi produk. Konsumen dianjurkan memeriksa label gizi secara menyeluruh dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait bila ada penarikan produk.

Catatan: Penarikan dan penyelidikan masih berlangsung, serta dapat berkembang tergantung hasil pemeriksaan laboratorium dan proses hukum selanjutnya.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait