Tadashi Suzuki Puji Aktor Indonesia di Pementasan King Lear
Tadashi Suzuki, sutradara pementasan King Lear, mengapresiasi kemampuan aktor Indonesia saat pertunjukan digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada Rabu, 16 September 2026. Pertunjukan dua hari itu merupakan kolaborasi internasional yang melibatkan aktor dari delapan negara, dan Suzuki menilai peran aktor Indonesia sangat menonjol dalam karya ini.
Kolaborasi lintas negara
Pementasan King Lear menampilkan delapan aktor dari berbagai negara. Selain Indonesia dan Jepang, pemain datang dari Italia, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, Cina, dan Chile. Bentuk kolaborasi ini dimaksudkan untuk memperkaya interpretasi karya klasik William Shakespeare melalui perspektif budaya yang berbeda.
- Indonesia
- Jepang
- Italia
- Amerika Serikat
- Rusia
- Korea Selatan
- Cina
- Chile
Penampilan perdana teater King Lear yang diangkat dari karya William Shakespeare, Gedung Kesenian Jakarta, 16 September 2026.
Apresiasi khusus untuk aktor Indonesia
Suzuki menyebut ada tiga aktor Indonesia yang mendapat pujian khusus. Ia menilai kemampuan mereka sebanding dengan rekan internasional dan memberi warna penting pada pementasan. Menurutnya, kualitas akting para pemain Indonesia dapat bersaing di panggung global.
"Diperankan oleh 8 aktor dari berbagai negara, Indonesia, Jepang, Italia, Amerika, Rusia, Korea Selatan, Cina, dan Chile. Indonesia paling menarik perhatian saya, mereka bermain peran dengan sangat baik."
Peran aktor internasional dan pengalaman panjang
Suzuki juga memuji kontribusi aktor dari Amerika Serikat yang telah bekerjasama dengannya selama puluhan tahun. Ia menyebut ada aktris Amerika yang sudah bekerja bersamanya lebih dari 40 tahun. Selain itu, ia memberi apresiasi pada Anton dari Rusia dan Ambrose dari Cina atas warna yang mereka bawa ke panggung.
Harapan untuk pengembangan seni pertunjukan
Lebih jauh, Suzuki mengatakan hubungan kerja sama seni antara Indonesia dan Jepang telah terjalin lama. Ia berharap pertukaran pengalaman antarseniman terus berlanjut agar kualitas pertunjukan semakin meningkat dan peluang kolaborasi internasional terbuka lebar.
"Saya sangat senang bekerja di Indonesia dan sudah lama menjalin kerja sama dengan seniman Indonesia. Saya berharap hubungan kesenian ini terus berkembang."
Pementasan King Lear di Jakarta menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi lintas negara mampu menghadirkan interpretasi baru terhadap karya klasik sekaligus menonjolkan kapasitas aktor Indonesia di panggung internasional.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Madani Film Festival 2026 Usung Tema Rimpang, Digelar 7-11 Oktober
Madani Internasional Film Festival 2026 bertema Rimpang digelar 7-11 Oktober di Jakarta, mendorong kolaboras...
Song Kang dan Kim Sohyun Reuni di Drakor 'White Scandal'
Song Kang dan Kim Sohyun dipastikan reuni sebagai pemeran utama drama MBC 'White Scandal', adaptasi webtoon...
DKJ Imbau Warga Waspada Pembelian Tiket 'Orchestra Experience'
DKJ mengimbau warga berhati-hati membeli tiket 'Orchestra Experience' setelah laporan dan pembatalan mendada...
Olivia Pilih Isyana untuk Lagu Pancasila Beraransemen Orkestra
Produser Olivia Zallianty memilih Isyana Sarasvati menyanyikan lagu Pancasila versi orkestra untuk menjangka...
Lee Jae Wook Bintangi Dead-End Job, Tayang 30 Oktober 2026
Lee Jae Wook membintangi serial Netflix Dead-End Job, tentang pekerja paruh waktu yang menerima tawaran berb...
Serial Fast & Furious Tayang 2028, Vin Diesel Jadi Produser
Peacock setujui serial Fast & Furious tayang 2028; Vin Diesel akan menjadi produser eksekutif dan proyek ber...