WFI Teleskop Roman Diaktifkan, Uji Pencitraan Planet Dimulai
Tim NASA mengaktifkan Wide Field Instrument (WFI) pada Teleskop Nancy Grace Roman pada Rabu, 16 September 2026. Langkah ini merupakan tahap penting persiapan operasional teleskop sebelum memulai misi ilmiah di titik L2. WFI adalah kamera inframerah beresolusi tinggi yang akan digunakan untuk memotret wilayah langit luas dan mendukung studi planet di luar Tata Surya serta kosmologi.
Proses aktivasi dan pendinginan
Aktivasi WFI dilakukan setelah instrumen menjalani proses pengeringan dan dekontaminasi selama 10 hari. Pemanas instrumen dimatikan sehingga unit mendingin hingga sekitar -143 derajat Celsius pada Jumat, 11 September 2026. Setelah itu, 18 detektor inframerah diaktifkan dan tim melakukan rangkaian pengujian awal.
Pengujian mencakup sistem kalibrasi, roda elemen optik yang mengatur panjang gelombang, serta mekanisme fokus. Hasil pengujian awal menunjukkan WFI berfungsi sesuai harapan, sementara detektor terus didinginkan menuju suhu operasional sekitar -183 derajat Celsius.
Spesifikasi dan kapabilitas pengamatan
WFI adalah kamera 300 megapiksel yang dirancang untuk memotret area langit sangat luas dengan ketajaman tinggi. Satu gambar WFI dapat mencakup area yang lebih besar dari tampak Bulan purnama, namun tetap mempertahankan detail sebanding dengan yang dihasilkan teleskop antariksa Hubble.
Instrumen ini akan mendukung berbagai penelitian astronomi, antara lain:
- Studi planet di luar Tata Surya (eksoplanet)
- Penelitian tentang energi gelap
- Analisis struktur dan distribusi materi di alam semesta
- Data pendukung untuk riset astronomi lainnya
Pengujian Coronagraph Instrument
Selain WFI, tim juga melakukan pengujian awal pada Coronagraph Instrument. Instrumen ini ditujukan untuk mendemonstrasikan teknologi pencitraan langsung planet yang mengorbit bintang lain dengan menghalangi silau bintang.
Tim di Coronagraph Commanding Center memastikan seluruh komponen dapat dikendalikan dari Bumi, termasuk perangkat lunak, sistem kendali termal, mekanisme, kamera, dan avionik. Setelah pengujian awal, coronagraph menjalani proses dekontaminasi sekitar 30 hari.
Jadwal pengujian dan langkah selanjutnya
Rangkaian pengujian kedua instrumen akan berlangsung selama beberapa bulan saat teleskop menuju titik L2, sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi. Tim akan memantau stabilitas suhu detektor, kalibrasi optik, dan kinerja sistem kendali sebelum memulai operasi ilmiah penuh.
Keberhasilan aktivasi WFI dan pengujian awal coronagraph menjadi landasan penting bagi misi, karena kedua instrumen itu akan memainkan peran kunci dalam pemetaan langit luas dan pengamatan langsung eksoplanet.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
James Webb Temukan Perubahan pada Cincin Asteroid Chariklo
James Webb mendeteksi perubahan opasitas pada cincin ganda asteroid Chariklo; cincin dalam menggelap sementa...
NASA-IBM Rilis AI Sumber Terbuka untuk Analisis Data Bulan
NASA dan IBM meluncurkan model AI sumber terbuka untuk mengolah data LRO dan mempercepat penelitian permukaa...
Dua Buku Transformasi Hindu Nusantara Diluncurkan di Jakarta
Yayasan Puri Kauhan Ubud meluncurkan dua buku transformasi Hindu Nusantara pada 13 September 2026 di Perpust...
Legislator PKS Minta BRIN Konsolidasikan AI Lokal Jadi Kekuatan Nasional
Anggota DPR PKS mendorong BRIN konsolidasikan riset AI lokal agar menjadi kekuatan teknologi nasional dan me...
Yadea Hadirkan OVA Baru: Sepeda Listrik Compact untuk Anak Muda
Yadea Indonesia meluncurkan anggota baru keluarga OVA pada 12 September 2026; model compact dan nimble untuk...
BRIN: Tantangan Membangun Industri Drone Nasional
BRIN ungkap hambatan pengembangan industri drone nasional: SDM, pendanaan, kesinambungan program, dan akses...