James Webb Temukan Perubahan pada Cincin Asteroid Chariklo
Teleskop Luar Angkasa James Webb mengungkap perubahan pada sistem cincin asteroid Chariklo, yang diamati lewat teknik stellar occultation. Pengamatan dilakukan sejak Oktober 2022 dan menunjukkan perbedaan opasitas antara cincin dalam dan luar.
Siapa, apa, kapan, dan di mana
Chariklo adalah benda langit berdiameter sekitar 250 kilometer yang mengorbit Matahari di area antara Saturnus dan Uranus sebagai bagian dari keluarga Centaur. Sistem cincin ganda pada Chariklo pertama kali terdeteksi pada 2013, namun data terbaru dari Webb menunjukkan bahwa struktur cincin itu ternyata berubah dari waktu ke waktu.
Metode pengamatan
Pengamatan menggunakan Webb memanfaatkan teknik stellar occultation, yakni mengamati perubahan kecerahan bintang saat sebuah objek melintas di depannya. Tim peneliti dari Institute of Astrophysics of Andalusia (IAA-CSIC) mulai merekam Chariklo pada Oktober 2022 dan membandingkannya dengan hasil occultation yang tercatat selama sekitar satu dekade terakhir.
Apa yang berubah pada cincin Chariklo
Perbandingan data menunjukkan perubahan berlawanan antara kedua cincin. Cincin bagian dalam memperlihatkan kenaikan tingkat opasitas, sedangkan cincin bagian luar menjadi lebih transparan. Temuan ini menandakan adanya dinamika internal yang lebih kompleks pada sistem cincin benda kecil tersebut.
"Temuan ini mendorong kita memikirkan bagaimana cincin terbentuk, berkembang, dan stabil,"
kata Pablo Santos-Sanz, pemimpin penelitian.
Dampak ilmiah
Perubahan yang terdeteksi menantang asumsi sebelumnya bahwa cincin pada benda kecil di tata surya relatif stabil. Data Webb membuka peluang untuk menelaah proses pembentukan cincin, mekanisme redistribusi material, dan faktor-faktor yang mengubah kerapatan partikel dalam rentang waktu dekade.
Arah penelitian selanjutnya
Para ilmuwan dapat menggunakan hasil ini untuk merancang pengamatan lanjutan, termasuk kampanye occultation terkoordinasi dan pemodelan dinamika cincin. Kemampuan Webb mendeteksi variasi opasitas juga berarti fenomena serupa pada objek kecil lain mungkin dapat diungkap di masa depan.
Dengan temuan baru ini, studi tentang sistem cincin di tata surya kini memasuki fase yang lebih dinamis, di mana perubahan jangka pendek menjadi kunci memahami evolusi struktur ring pada benda kecil.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Yadea Hadirkan OVA Baru: Sepeda Listrik Compact untuk Anak Muda
Yadea Indonesia meluncurkan anggota baru keluarga OVA pada 12 September 2026; model compact dan nimble untuk...
BRIN: Tantangan Membangun Industri Drone Nasional
BRIN ungkap hambatan pengembangan industri drone nasional: SDM, pendanaan, kesinambungan program, dan akses...
NASA Bawa Inovasi Antariksa ke Lapangan NFL lewat Inspiration Tour
NASA dan NFL bekerja sama lewat Inspiration Tour: pertunjukan lintas udara, astronaut, dan pameran teknologi...
NASA Kerahkan Dua Satelit Sentinel-6 untuk Prediksi Badai saat El Niño
NASA mengoperasikan dua satelit Sentinel-6 untuk memantau laut selama El Niño dan meningkatkan akurasi predi...
3.000 Supernova: Bukti Energi Gelap Mungkin Berubah
Analisis terhadap hampir 3.000 supernova tipe Ia menunjukkan energi gelap kemungkinan berubah, menantang asu...
Parker Solar Probe Dekati Matahari, Capai 430 Ribu Mil/Jam
Parker Solar Probe mendekati Matahari 4 Sept 2026, melintas 6,1 juta km dan mencapai 430 ribu mil/jam sambil...