NASA-IBM Rilis AI Sumber Terbuka untuk Analisis Data Bulan
NASA bekerja sama dengan IBM meluncurkan NASA-IBM Lunar Foundation Model, model AI sumber terbuka yang dirancang untuk membantu peneliti mengolah data ilmiah Bulan. Peluncuran diumumkan pada 14 September 2026 dan model ini dapat diakses gratis melalui Hugging Face.
Model dan tujuan pengembangan
Model ini dikembangkan untuk menyaring dan mengekstrak informasi dari kumpulan data besar mengenai Bulan. Tim pengembang berharap model dapat mempercepat penelitian dengan membuat data lebih mudah diakses dan dianalisis oleh ilmuwan.
Sumber data: Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO)
Dasar pelatihan model adalah data yang dikumpulkan oleh wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). Selama lebih dari 17 tahun, LRO mengumpulkan mosaik citra beresolusi tinggi yang hampir mencakup seluruh permukaan Bulan. Volume data LRO disebut-sebut sangat besar, bahkan melampaui gabungan data dari banyak misi planet lain.
Manfaat bagi penelitian Bulan
Dengan dukungan AI, ilmuwan dapat mempercepat pemetaan kawah, identifikasi fitur vulkanik muda, serta pemodelan potensi lokasi endapan es di sekitar kutub Bulan. Akses yang lebih cepat ke informasi spesifik juga memungkinkan hipotesis diuji lebih efisien dan mengefektifkan perencanaan misi masa depan.
"Mengungkap misteri Bulan membutuhkan kemampuan untuk belajar dari volume data ilmiah yang luar biasa besar. Model Dasar Bulan NASA-IBM memberikan landasan bagi para ilmuwan untuk menjelajahi Bulan secara menyeluruh,"
— Juan Bernabe-Moreno, Direktur IBM Research untuk wilayah Eropa, Inggris, dan Irlandia.
Tantangan dan kolaborasi selanjutnya
Pejabat NASA yang menangani data menyatakan bahwa pengumpulan data hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah membuat koleksi data berukuran sangat besar itu lebih mudah dieksplorasi dan dimanfaatkan oleh peneliti. Pengembangan Lunar Foundation Model merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk menghadirkan AI yang fokus pada kebutuhan ilmu pengetahuan antariksa.
Dengan model yang bersifat sumber terbuka, para peneliti dan pengembang di seluruh dunia dapat berkontribusi dan menghadirkan perbaikan berkelanjutan. Langkah ini juga membuka peluang integrasi teknik AI baru untuk penelitian Bulan dan misi eksplorasi masa depan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA Kerahkan Dua Satelit Sentinel-6 untuk Prediksi Badai saat El Niño
NASA mengoperasikan dua satelit Sentinel-6 untuk memantau laut selama El Niño dan meningkatkan akurasi predi...
3.000 Supernova: Bukti Energi Gelap Mungkin Berubah
Analisis terhadap hampir 3.000 supernova tipe Ia menunjukkan energi gelap kemungkinan berubah, menantang asu...
Parker Solar Probe Dekati Matahari, Capai 430 Ribu Mil/Jam
Parker Solar Probe mendekati Matahari 4 Sept 2026, melintas 6,1 juta km dan mencapai 430 ribu mil/jam sambil...
NASA Tambah Roket Terran R ke Kontrak Peluncuran NLS II
NASA menambahkan layanan peluncuran Terran R ke kontrak NLS II melalui ketentuan on-ramp, memperluas opsi pe...
Merkurius Menyusut Lebih Cepat, Inti Planet Terungkap
Merkurius menyusut 10–30% lebih cepat, dengan diameter hampir 19 km, mengungkap petunjuk baru tentang ukuran...
Telkomsat Luncurkan VSAT STAR, Jaga Konektivitas Kapal di Tengah Laut
Telkomsat meluncurkan VSAT STAR, layanan satelit hingga 200 Mbps per site untuk menjaga konektivitas kapal t...