IHSG Melemah ke 6.533,86 pada Pembukaan 14 Sep 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 14 September 2026, di level 6.533,86, turun sekitar 7,52 poin dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi setelah penutupan Jumat yang juga menurun dan disertai aksi jual asing.
Ringkasan pembukaan dan kondisi pasar
Pada penutupan Jumat, IHSG tercatat di level 6.541,38 atau turun 0,73 persen. Di balik penurunan itu terdapat aksi jual bersih investor asing senilai sekitar Rp733 miliar, yang menjadi perhatian pelaku pasar pada awal pekan.
Aksi asing dan saham yang terdampak
Investor asing menempatkan tekanan jual pada sejumlah saham bank, konsumer, dan tambang. Saham yang paling banyak dijual antara lain:
- BBCA
- CUAN
- CPIN
- ADRO
- BBNI
Tekanan pada saham-saham tersebut ikut menahan laju IHSG pada pembukaan sesi pertama.
Sentimen dari pasar Amerika Serikat
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG masih berpeluang berbalik menguat seiring penguatan bursa saham Amerika Serikat pada akhir pekan.
IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini. Hal ini seiring dengan penguatan bursa saham Amerika Serikat.
Di Wall Street, indeks utama menguat pada penutupan terakhir: S&P 500 naik 0,86 persen, Nasdaq menguat 0,96 persen, dan Dow Jones bertambah 0,98 persen. Penguatan ini dipicu oleh kombinasi turunnya harga minyak dan data harga konsumen yang relatif solid.
Harga minyak, inflasi AS, dan ekspektasi suku bunga
Data inflasi AS menunjukkan kenaikan harga konsumen yang lebih cepat pada bulan lalu, didorong kenaikan kembali harga bensin setelah dua bulan turun berturut-turut. Tekanan inflasi ini membuat pasar mempertimbangkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed.
Harga minyak mentah Brent turun hampir tiga persen. Namun tetap berada di atas USD104 per barel.
Sementara itu, harga minyak tercatat naik sekitar sembilan persen dalam sepekan sebelum koreksi akhir pekan, sehingga volatilitas harga energi tetap menjadi faktor risiko bagi pasar saham global.
Pergerakan pasar Asia
Bursa Asia-Pasifik menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan pelemahan. Beberapa pergerakan utama adalah:
- Kospi Korea Selatan turun 1,9 persen
- Nikkei 225 Jepang merosot 1,8 persen
- Hang Seng Hong Kong turun 0,6 persen
- S&P/ASX 200 Australia melemah 0,9 persen
- Indeks Taiwan turun 1,6 persen
- CSI 300 Tiongkok melemah 0,8 persen
Dengan kombinasi aksi jual asing domestik, sentimen global terkait minyak, dan data inflasi AS, IHSG berpotensi bergerak volatil dalam sesi-sesi mendatang sambil menunggu indikator ekonomi dan aliran modal asing.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Analis: Harga Emas Pekan Depan Diperkirakan Turun, Tertekan Konflik
Analis memprediksi harga emas pekan depan cenderung turun karena konflik geopolitik, harga minyak tinggi, da...
IHSG Turun Sepekan, BEI Raih Penghargaan Internasional
IHSG turun 1,43% pada 7–11 Sep 2026; kapitalisasi dan transaksi melemah, namun BEI meraih sejumlah pengharga...
KPP Dorong Ekspansi Usaha: Dari Laundry hingga Developer Kecil
Pelaku usaha memanfaatkan Kredit Program Perumahan (KPP) untuk ekspansi; program dorong produksi dan serap t...
Reformasi KUR: Utamakan Kualitas Pembiayaan untuk UMKM
Anggota Komisi VII DPR, Hendry Munief, minta reformasi KUR fokus pada kualitas pembiayaan UMKM, bukan sekada...
Bazar dan Event Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM Kuliner
UMKM kuliner memanfaatkan bazar dan event untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, dan mendapat respon...
Survei IDM: Pelayanan Bea Cukai Puas, Tarif dan Pembebasan Jadi PR
Survei IDM (28 Ags–3 Sep 2026): mayoritas puas dengan pelayanan Bea Cukai, namun kebijakan tarif dan aturan...