IHSG Turun 1,7% ke 6.429,88 pada Jeda Siang, Asing Catat Net Sell
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,7 persen pada jeda siang perdagangan Senin, 14 September 2026, tertekan oleh aksi jual investor asing dan sentimen global. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat di level 6.429,88, turun 111,49 poin.
Pergerakan intraday dan aksi investor
Saat pembukaan perdagangan, indeks sudah turun dan bergerak lemah dibandingkan penutupan sebelumnya. Pekan lalu IHSG turun 0,73 persen ke level 6.541,38 pada Jumat (11/9), sementara investor asing mencatat net sell sebesar Rp733 miliar.
Beberapa saham yang dominan dijual oleh asing adalah:
- BBCA
- CUAN
- CPIN
- ADRO
- BBNI
Proyeksi teknikal dan komentar analis
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG masih berpeluang rebound seiring penguatan pasar saham AS. Ia memperkirakan pergerakan IHSG berada di kisaran support 6.450–6.525 dan resistance pada rentang 6.600–6.640.
“Ini seiring penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS),”
Sentimen global: AS, inflasi, dan harga minyak
Penguatan indeks utama Wall Street akhir pekan lalu memengaruhi sentimen pasar. Data inflasi AS mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, namun indeks saham AS justru menguat pada penutupan pekan:
| Indeks AS | Perubahan (%) |
|---|---|
| S&P 500 | +0,86 |
| Nasdaq | +0,96 |
| Dow Jones | +0,98 |
Fanny menjelaskan bahwa kenaikan indeks saham mengikuti dinamika harga minyak dan data harga konsumen yang masih solid.
“Kenaikan indeks saham mengikuti turunannya harga minyak dan harga konsumen yang solid,”
Tekanan inflasi di AS memperkuat ekspektasi The Fed untuk mengetatkan kebijakan. Di sisi lain, harga minyak masih relatif tinggi setelah meningkat sekitar 9 persen dalam sepekan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Meski sempat turun hampir 3 persen, harga minyak Brent tetap berada di atas USD104 per barel.
Pasar Asia ikut menurun
Bursa utama di kawasan Asia Pasifik juga mencatat penurunan pada penutupan pekan lalu, dipimpin oleh pasar Korea Selatan dan Jepang:
| Indeks | Perubahan (%) |
|---|---|
| Kospi (Korsel) | -1,9 |
| Nikkei 225 (Jepang) | -1,8 |
| Hang Seng (Hong Kong) | -0,6 |
| S&P/ASX 200 (Australia) | -0,9 |
| Taiwan | -1,6 |
| CSI 300 (Tiongkok) | -0,8 |
Outlook
IHSG menghadapi tekanan dari kombinasi aksi jual asing, data inflasi AS, dan volatilitas harga minyak. Jika sentimen global membaik, analis melihat peluang rebound dalam jangka pendek. Namun, risiko kenaikan suku bunga The Fed dan perkembangan geopolitik akan terus menjadi faktor yang perlu dipantau.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Diprakirakan Rebound Hari Ini setelah Penutupan Turun
IHSG diperkirakan rebound hari ini setelah penutupan akhir pekan turun 0,73% dan asing catat jual bersih Rp7...
Lintasarta Tawarkan Bandwidth on Demand untuk Perbankan Adaptif
Lintasarta luncurkan Bandwidth on Demand untuk membantu bank mengelola kapasitas konektivitas secara fleksib...
Whoosh Angkut 1.150 Wisatawan Malaysia Per Hari
Kereta cepat Whoosh angkut rata-rata 1.150 wisatawan Malaysia per hari; KCIC perkuat kerja sama paket wisata...
Indonesia Dorong BRICS Pakai Mata Uang Lokal untuk Transaksi Lintas Negara
Bank Indonesia dorong BRICS gunakan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran untuk tingkatkan resiliensi...
Analis: Harga Emas Pekan Depan Diperkirakan Turun, Tertekan Konflik
Analis memprediksi harga emas pekan depan cenderung turun karena konflik geopolitik, harga minyak tinggi, da...
IHSG Turun Sepekan, BEI Raih Penghargaan Internasional
IHSG turun 1,43% pada 7–11 Sep 2026; kapitalisasi dan transaksi melemah, namun BEI meraih sejumlah pengharga...