Ekonomi

Whoosh Angkut 1.150 Wisatawan Malaysia Per Hari

Bagikan:
Kereta cepat Whoosh membawa wisatawan Malaysia di rute Jakarta–Bandung

Kereta cepat Whoosh mengangkut rata-rata 1.150 wisatawan asal Malaysia per hari berdasarkan penjualan tiket awal September 2026. Data resmi dirilis pada 13 September 2026 di Jakarta dan menunjukkan lonjakan minat pelancong Malaysia terhadap rute Jakarta–Bandung.

Angka penumpang dan tren

Pengelola menyebut sebanyak 2.300 tiket Whoosh terjual kepada wisatawan Malaysia pada awal September 2026, sementara sepanjang Januari–Agustus 2026 tercatat 105.095 pelancong dari negeri jiran tersebut. Secara kumulatif sejak awal operasi, total penumpang asing mencapai 944.087 orang, di mana 403.626 berasal dari Malaysia.

"Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar. Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta–Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas," ujar Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary PT KCIC.

Strategi pemasaran dan kerja sama

KCIC aktif memperluas pasar melalui pameran pariwisata dan misi penjualan. Manajemen hadir di pameran MATTA Fair di Kuala Lumpur dan melakukan kegiatan promosi di Penang untuk memperkenalkan rute serta paket perjalanan terintegrasi.

Perusahaan membuka peluang kerja sama dengan biro perjalanan di Malaysia, Jakarta, dan Bandung untuk merancang paket wisata yang menggabungkan tiket kereta, akomodasi, dan tur lokal. Langkah ini dinilai mendorong peningkatan kunjungan dan mempermudah penjualan produk pariwisata lintas negara.

Profil wisatawan dan pola perjalanan

Wisatawan Malaysia yang naik Whoosh didominasi pelancong mandiri, rombongan keluarga, dan kelompok kecil. Rata-rata mereka menghabiskan dua hari di Jakarta dan satu hari di Bandung. Minat utama meliputi wisata kuliner di Bandung, belanja di Jakarta, serta kunjungan ke destinasi alam seperti Lembang dan Ciwidey.

Influencer dan konten media sosial, termasuk platform TikTok, turut membantu popularitas moda transportasi ini. Wisatawan memberi nilai positif pada harga tiket yang kompetitif, kenyamanan kabin, dan keramahan petugas stasiun.

Komitmen layanan dan edukasi tiket online

KCIC menegaskan komitmen meningkatkan kualitas layanan dan edukasi penumpang untuk bertransaksi secara daring. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi gangguan jadwal dan mempermudah proses perjalanan.

"KCIC akan terus menjaga kualitas pelayanan dan memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata di Indonesia maupun Malaysia. Kami berharap Whoosh dapat semakin memudahkan wisatawan menikmati perjalanan yang terintegrasi di Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi wisata di Jawa Barat," ujar Emir Monti, Manager Corporate Communication KCIC.

Dengan langkah promosi dan kerja sama lintas negara, Whoosh berpeluang memperkuat posisinya sebagai moda utama bagi wisatawan Malaysia yang ingin menjelajahi Jakarta dan Jawa Barat dalam kunjungan singkat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait