PTPN Group dan KUAB Perkuat Ekosistem Kedelai Nasional
PTPN Group dan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Jumat, 11 September 2026, untuk mengembangkan ekosistem kedelai nasional secara terintegrasi. Kerja sama ini mencakup pengembangan dari hulu hingga hilir dengan tujuan memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan impor kedelai.
Ruang lingkup kerja sama
Kolaborasi difokuskan pada pemanfaatan lahan, pengembangan benih, dan penerapan teknologi budidaya. Kedua pihak sepakat membangun fasilitas pendukung dan transfer pengetahuan bagi petani.
- Pemanfaatan potensi lahan milik PTPN Group untuk budidaya kedelai.
- Pendirian pusat pengembangan benih dan teknologi budi daya.
- Transfer teknologi serta pelatihan praktik agronomi modern.
- Dukungan varietas unggul dan skema pendanaan untuk petani.
Implementasi bertahap dan kesiapan teknis
Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menyatakan program akan dijalankan bertahap. Langkah bertahap dimaksudkan untuk menguji kesiapan lahan, produktivitas, model bisnis, dan keberlanjutan program secara objektif.
Program ini akan dijalankan secara bertahap. Agar kesiapan lahan, produktivitas tanaman, model bisnis, dan keberlanjutannya dapat diuji secara objektif.
PTPN Group berkomitmen mengoptimalkan pengalaman pengelolaan perkebunan dan memanfaatkan aset perusahaan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kedelai. Pendekatan ini diharapkan mendorong praktik agrikultur yang lebih efisien dan skala ekonomi yang lebih baik bagi petani.
Dukungan politik dan strategis
Agenda penandatanganan MoU juga mendapat dukungan dari Utusan Khusus Presiden RI, Hashim S. Djojohadikusumo, yang hadir pada kegiatan tersebut. Menurutnya, pengembangan kedelai memiliki posisi strategis dalam upaya mencapai swasembada pangan.
Saya kira ini sangat strategis untuk swasembada pangan kedelai. Saya menyampaikan terima kasih kepada PTPN. Ini suatu kerja sama yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia.
Target dan prospek
Melalui kolaborasi ini, kedua pihak menargetkan terbentuknya ekosistem kedelai yang lebih terintegrasi. Harapannya adalah peningkatan ketersediaan kedelai nasional dan peningkatan pendapatan bagi petani melalui akses teknologi, benih unggul, dan pembiayaan.
Implementasi program akan menyesuaikan kesiapan teknis dan aspek keberlanjutan usaha. Jika berjalan sesuai rencana, inisiatif ini dapat menjadi model bagi pengembangan komoditas strategis lainnya di Indonesia.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...